Wartapol, Bengkulu – Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (SOS) MPR RI ke-8 yang diselenggarakan oleh Senator DPD RI asal Bengkulu, Elisa Ermasari, S.Mn, kembali menyentuh ruang pengasuhan sosial dengan menyasar Panti Asuhan Bumi Raflesia, Kota Bengkulu, Kamis (12/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari, pukul 07.00 hingga 11.15 WIB, bertempat di Jl. Kesehatan I, Kelurahan Anggut Atas, ini diikuti oleh anak-anak panti asuhan, pengurus, serta masyarakat sekitar. Suasana pagi yang sederhana justru menjadi ruang efektif untuk menanamkan nilai kebangsaan secara lebih tenang dan reflektif.

Mengusung tema “Merajut Kasih dalam Bingkai 4 Pilar Kebangsaan”, sosialisasi difokuskan pada penguatan karakter anak-anak panti asuhan melalui pemahaman nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pedoman hidup bersama.
Dalam sambutannya, Senator Elisa Ermasari menekankan bahwa pendidikan kebangsaan harus hadir secara nyata dan menyentuh kehidupan anak-anak.

“Anak-anak tidak cukup hanya diberi pengetahuan, tetapi juga perlu merasakan bahwa mereka adalah bagian penting dari bangsa ini. Di sinilah nilai kebangsaan ditanamkan dengan kasih dan keteladanan,” ujarnya.
Pendekatan dialogis yang digunakan membuat anak-anak panti asuhan terlibat aktif. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak berdiskusi mengenai makna kebersamaan, saling menghormati, dan pentingnya hidup rukun dalam keberagaman. Beberapa anak bahkan berani menyampaikan pandangan mereka tentang arti persatuan dan cinta tanah air.

Salah satu anak panti menyampaikan kesan positif atas kegiatan tersebut.
“Kami senang karena bisa belajar tentang Indonesia dengan cara yang mudah dimengerti. Kami juga merasa diperhatikan dan tidak dilupakan,” ungkapnya polos, disambut senyum para pengurus.
Pengurus Panti Asuhan Bumi Raflesia turut mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk perhatian nyata dari wakil daerah. Menurut mereka, kehadiran langsung Senator DPD RI memberi dampak psikologis yang kuat bagi anak-anak.
“Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Mereka merasa dihargai, didengar, dan diakui sebagai bagian dari bangsa. Ini bukan hanya sosialisasi, tetapi juga penguatan mental dan karakter,” ujar salah satu pengurus panti.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kebangsaan yang dikemas secara humanis dan tidak menggurui membuat anak-anak lebih mudah menerima dan memahami nilai-nilai yang disampaikan.
Melalui SOS MPR RI ke-8 ini, Senator Elisa Ermasari menegaskan pentingnya konsistensi dalam membangun kesadaran kebangsaan, khususnya di lingkungan pengasuhan sosial.
“Merawat kebangsaan harus dimulai dari mereka yang paling membutuhkan sentuhan negara. Anak-anak panti asuhan adalah generasi yang harus kita kuatkan, bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga secara nilai,” tuturnya.













