Nasional

Dari Ruang Asuh ke Ruang Bangsa, Senator Elisa Ermasari, S.Mn Bangun Dialog Kebangsaan Bersama Anak Panti

×

Dari Ruang Asuh ke Ruang Bangsa, Senator Elisa Ermasari, S.Mn Bangun Dialog Kebangsaan Bersama Anak Panti

Sebarkan artikel ini

Wartapol, Bengkulu –Sore itu, halaman Panti Asuhan Harapan Tjitra tidak sekadar menjadi ruang berkumpul. Anak-anak duduk melingkar, sebagian dengan raut penasaran, sebagian lain tersenyum malu-malu. Di antara mereka, obrolan tentang kebersamaan, perbedaan, dan cita-cita mulai mengalir—tentang Indonesia dari sudut pandang anak-anak.

Di ruang sederhana itulah Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (SOS) MPR RI ke-9 dilaksanakan, Kamis (12/12/2025), di Jl. Rejamat No. 20, Kelurahan Pasar Jitra, Kota Bengkulu. Kegiatan berlangsung sejak pukul 12.00 hingga 16.15 WIB dan diikuti oleh anak-anak panti asuhan, pengurus, serta masyarakat sekitar.

Berbeda dari sosialisasi formal pada umumnya, kegiatan ini dibangun melalui dialog dan cerita. Anak-anak diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, bertanya, bahkan berbagi pengalaman hidup. Dari situ, nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan disampaikan secara perlahan dan membumi.

Baca Juga :  Mahasiswa Unismuh Lakukan Aksi Solo, Suarakan Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Bengkulu, Elisa Ermasari, S.Mn, yang menyelenggarakan langsung kegiatan ini, menegaskan bahwa pendidikan kebangsaan harus dimulai dari rasa dihargai dan didengarkan.

“Kebangsaan tidak tumbuh dari ceramah panjang, tetapi dari rasa percaya diri bahwa setiap anak adalah bagian penting dari bangsa ini,” ujarnya di sela-sela dialog.

Menurut Senator Elisa, panti asuhan merupakan ruang strategis pembentukan karakter karena di sanalah nilai kemanusiaan, solidaritas, dan ketahanan mental anak-anak diuji setiap hari.

Baca Juga :  Bendum Partai Demokrat, Renville Antonio Meninggal Kecelakaan

“Jika anak-anak di sini tumbuh dengan nilai persatuan dan harapan, maka kita sedang menyiapkan Indonesia yang kuat dari akarnya,” tambahnya.

Tema “Merajut Kasih dalam Bingkai 4 Pilar Kebangsaan” diterjemahkan secara konkret melalui contoh keseharian—tentang saling membantu, menghormati perbedaan, dan hidup rukun. Anak-anak tidak diajak menghafal, melainkan memahami.

Salah satu anak panti mengaku senang karena diberi kesempatan berbicara.

“Biasanya kami hanya mendengar. Hari ini kami bisa bicara dan didengarkan,” katanya singkat.

Pengurus Panti Asuhan Harapan Tjitra menilai pendekatan tersebut memberi dampak emosional yang kuat bagi anak-anak.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Perkuat Silaturahmi dan Toleransi di Bulan Ramadhan

“Anak-anak kami pulang dengan rasa percaya diri yang berbeda. Mereka merasa diakui dan dianggap penting,” ujar salah satu pengurus.

Ia menambahkan bahwa kehadiran langsung wakil daerah memberi kesan mendalam, bukan hanya sebagai kegiatan edukasi, tetapi juga sebagai penguatan psikologis bagi anak-anak panti.

Melalui kegiatan ini, Senator Elisa Ermasari menegaskan bahwa merawat kebangsaan tidak selalu dilakukan dari ruang besar dan formal.

“Bangsa ini dirawat dari tempat-tempat kecil seperti ini—dari anak-anak yang diberi harapan, nilai, dan perhatian,” tuturnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *