Opini

Dosen UMGo Dinonaktifkan Usai Unggah Podcast Bersama Mahasiswi, Publik Bertanya: Siapa yang Sebenarnya Salah?

×

Dosen UMGo Dinonaktifkan Usai Unggah Podcast Bersama Mahasiswi, Publik Bertanya: Siapa yang Sebenarnya Salah?

Sebarkan artikel ini
Dosen UMGo Dinonaktifkan Usai Unggah Podcast Bersama Mahasiswi, Publik Bertanya: Siapa yang Sebenarnya Salah?

Oleh : Arya Hanapi | Ketua Wilayah LMND Gorontalo

Warta Politik, Opini — Seorang dosen sekaligus konten kreator di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGo) dikabarkan mendapat teror dan intimidasi setelah mengunggah sebuah video podcast yang menampilkan dirinya bersama salah satu mahasiswi.

Podcast tersebut sejatinya dibuat untuk menyuarakan kisah nyata yang dialami oleh sang mahasiswi sebuah upaya membuka ruang dialog, empati, dan refleksi sosial di kalangan akademisi maupun publik. Menariknya, video itu tayang atas permintaan langsung dari narasumber, bukan inisiatif sepihak dari sang dosen.

Baca Juga :  Hari Kebangkitan Nasional : Sebuah Renungan Filosofis Tentang Bangsa yang Terjaga Atau Tertidur

Namun, bukannya mendapat apresiasi atas keberaniannya membuka ruang diskusi, pihak kampus justru bereaksi keras. Dalam waktu singkat, sebuah surat keputusan resmi diterbitkan: dosen sekaligus konten kreator itu dinonaktifkan dari seluruh kegiatan catur dharma perguruan tinggi.

Langkah tersebut sontak memantik pertanyaan publik. Apa sebenarnya yang salah dengan video tersebut? Apakah ada pelanggaran etika akademik, atau justru kebenaran yang diungkap terlalu mengusik pihak tertentu?

Baca Juga :  26 Tahun Boalemo, Apa yang Sudah dan Apa yang Akan Dilakukan?

Situasi kian memanas setelah muncul dugaan bahwa isi podcast itu menyinggung persoalan sensitif di lingkungan internal kampus sesuatu yang selama ini diduga berusaha ditutupi.

Kini, publik dibuat bertanya-tanya:
Apakah sang dosen benar-benar bersalah? Ataukah ia justru menjadi korban dari sistem yang enggan mendengar suara kebenaran? Jika memang itu dibuktikan bersalah, apakah pihak kampus sudah mentaati aturan adminstrasi?

Baca Juga :  Antara Kepalsuan, Kekuasaan, dan Diamnya Lembaga (Part I)

Mahasiswa di lingkungan universitas muhammadiyah merasa terancam dengan tindakan pihak kampus terhadap salah satu dosen, bagaimana tidak? Jika dosen saja mampu mereka perlakukan seperti itu apalagi hanya mahasiswa yang selama ini selalu dibungkam ketika ingin menyuaran kebenaran? Akankah mahasiswa harus selalu tunduk dengan segala ketimpangan yang ada?

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *