Legislatif

Reses di Gorut, Ridwan Monoarfa Serap Aspirasi Soal Infrastruktur dan Ketahanan Pangan

×

Reses di Gorut, Ridwan Monoarfa Serap Aspirasi Soal Infrastruktur dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Reses di Gorut, Ridwan Monoarfa Serap Aspirasi Soal Infrastruktur dan Ketahanan Pangan
Foto : Istimewa

Warta Politik, Legislatif – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menggelar agenda reses masa persidangan ketiga tahun 2024–2025 di Desa Papualangi, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Senin (23/6/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Ridwan menyerap sejumlah aspirasi warga dari berbagai desa yang mencakup kebutuhan di bidang pertanian, pendidikan, peternakan, dan infrastruktur dasar.

Salah satu program yang disampaikan langsung oleh Ridwan Monoarfa adalah rencana bantuan 30 ekor sapi kepada masyarakat Desa Papualangi, yang akan diusulkan melalui program pemerintah provinsi.

Bantuan ini diharapkan mendorong penguatan sektor peternakan di kawasan tersebut.

Selain itu, masyarakat Dusun Marga Satwa di Desa Papualangi menyuarakan harapan akan perbaikan akses jalan desa yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Baca Juga :  Espin Tulie: Wamenhan Akan Pantau Kegiatan Peran Saka Nasional 2025
Ridwan Monoarfa bersama masyarakat Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara

Sementara itu, 60 kepala keluarga (KK) di desa yang sama juga mengusulkan agar mendapatkan bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Di sektor pendidikan, Ridwan turut menyampaikan ajakan kepada para tokoh masyarakat, terutama di Desa Papualangi dan Desa Limbato, untuk mencegah anak-anak putus sekolah.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memastikan keberlanjutan pendidikan generasi muda.

Baca Juga :  Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo Jalani PPL di DPRD Provinsi Gorontalo

Aspirasi lain datang dari masyarakat Desa Ilotunggula dan Desa Tolinggula Ulu, yang meminta agar pekerjaan pembangunan irigasi sepanjang 3 kilometermsegera dilanjutkan setelah sempat terhenti.

Warga Desa Limbato juga mengharapkan pembangunan jembatan gantung sepanjang 100 meter untuk mendukung akses ke lahan pertanian seluas 50 hektar, serta normalisasi sungai sepanjang 2 kilometer guna mencegah banjir dan mendukung irigasi.

Dari Desa Cempaka Putih, warga meminta bantuan program Mahyani (Rumah Layak Huni) serta dukungan bibit unggul berupa durian montong premium, alpukat, dan kakao. Mereka mengaku telah menyiapkan lahan seluas 150 hektar untuk pengembangan perkebunan rakyat.

Baca Juga :  Komisi III Deprov Gorontalo Tinjau Progres Pembangunan Tanggul Sungai Randangan

Sementara itu, masyarakat Desa Papualangi kembali mengingatkan pentingnya kelanjutan program Kawasan Peternakan Sapi (RENS) seluas 750 hektar yang sebelumnya telah masuk dalam masterplan pemerintah provinsi.

Program tersebut diharapkan dapat kembali diprioritaskan dan disandingkan dengan pengembangan koperasi desa agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan.

Reses tersebut ditutup dengan komitmen Ridwan Monoarfa untuk membawa seluruh aspirasi ke tingkat pembahasan di DPRD Provinsi Gorontalo dan mendorong agar program-program prioritas tersebut dapat direalisasikan secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *