Warta Politik, Gorontalo – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, kembali menyoroti kelangkaan LPG 3 kilogram yang belakangan menimbulkan keresahan di masyarakat. Ia menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan pokok warga.
Menurut Mikson, kelangkaan tabung gas melon di sejumlah wilayah di Gorontalo sudah berlangsung lebih dari sepekan. Banyak warga mengaku harus berkeliling mencari tabung gas, sementara beberapa pangkalan justru kehabisan stok lebih cepat dari biasanya.
“Ini masalah serius. Rakyat kecil yang paling dirugikan. Kami di DPRD tidak bisa tinggal diam,” tegas Mikson, Senin (6/10/2025).
Ia menambahkan, banyak laporan masuk dari masyarakat dan pemilik pangkalan yang mengaku pasokan LPG hanya datang sekali dalam beberapa hari, jauh dari kebutuhan normal warga.

“Keluhan ini nyata. Artinya, ada persoalan di jalur distribusi yang harus segera dibenahi,” ujarnya.
Komisi II Siapkan Sidak Lapangan
Menindaklanjuti situasi tersebut, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo berencana menggelar inspeksi lapangan (sidak) dalam waktu dekat. Tujuannya, memastikan kondisi di lapangan sesuai dengan laporan yang diterima dewan.
“Kami akan turun langsung, melihat sendiri kondisi di lapangan, termasuk memeriksa alur distribusi,” jelas Mikson.
Politisi itu juga mendesak Pertamina Patra Niaga Gorontalo untuk segera mengambil langkah konkret dan cepat. Ia menilai perusahaan perlu lebih transparan dan tanggap dalam mengatasi persoalan kelangkaan ini.
“Jangan sampai rakyat merasa dibiarkan. Pertamina Patra Niaga wajib menjamin ketersediaan dan distribusi LPG tepat sasaran,” tegasnya lagi.
Mikson juga membuka opsi mengundang pihak Pertamina Patra Niaga ke rapat dengar pendapat (RDP) guna membahas akar masalah dan mencari solusi permanen.
“Kalau perlu, kami akan gelar rapat dengar pendapat agar terang benderang dan bisa dirumuskan solusi bersama,” tambahnya.
Pertamina Pastikan Pasokan Aman, Minta Warga Beli di Pangkalan Resmi
Sementara itu, T. Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Sulawesi, menegaskan bahwa pasokan LPG di Gorontalo sejatinya masih aman dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami pastikan distribusi dilakukan sesuai aturan. Jika ada laporan kelangkaan, akan kami tindak lanjuti bersama tim di lapangan,” ujar Rum.
Ia menjelaskan, sistem distribusi LPG tetap mengacu pada mekanisme Electronic Trading (EHT) yang dipantau secara ketat. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat untuk memastikan pendistribusian berjalan lancar.
“Kami juga mengimbau masyarakat membeli LPG di pangkalan resmi agar harga tetap sesuai HET pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, warga Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Hasan Ibrahim (43), mengaku sudah dua hari mencari LPG 3 kilogram tanpa hasil.
“Biasanya saya beli di pangkalan dekat rumah, tapi sekarang kosong terus. Terpaksa masak pakai kayu,” keluhnya.
Dengan meningkatnya keluhan masyarakat, DPRD Provinsi Gorontalo memastikan akan terus memantau situasi di lapangan hingga distribusi kembali normal.














