Nasional

Nurfani Ici Pimpin GMNI Kota Ternate, Cetak Sejarah Ketua Perempuan Pertama

×

Nurfani Ici Pimpin GMNI Kota Ternate, Cetak Sejarah Ketua Perempuan Pertama

Sebarkan artikel ini
Nurfani Ici Pimpin GMNI Kota Ternate, Cetak Sejarah Ketua Perempuan Pertama
Foto : Ist


Wartapol, Ternate –
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Ternate resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah GMNI Ternate, posisi ketua cabang diemban oleh seorang perempuan. Nurfani Ici terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Kota Ternate periode 2026-2028, menandai langkah progresif organisasi dalam mendorong kesetaraan dan regenerasi kepemimpinan.

Nurfani terpilih melalui Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V GMNI Kota Ternate yang digelar pada Sabtu (8/2/2026). Konferensi berlangsung di Caffe Muzaik, Kelurahan Kalumata, Ternate Selatan, dan dilanjutkan dengan sidang-sidang pleno di Gedung Asrama Haleteng. Dalam forum yang sama, M. Ihlas J. Hi. Latif dipercaya mendampingi Nurfani sebagai Sekretaris Cabang.

Konfercab Ke-V mengusung tema “Merevitalisasi GMNI serta Membentuk Pemimpin yang Memiliki Rasa Nasionalisme”. Tema ini menjadi refleksi atas situasi kebangsaan yang kian diwarnai polarisasi dan fragmentasi sosial. GMNI menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai kekuatan ideologis yang menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, serta mendorong gerakan progresif berbasis kerakyatan.

Baca Juga :  Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Ketum DPP GMNI: Kita Mendukung Presiden Prabowo Melaksanakan Reformasi Birokrasi Secara Total

Dalam pidato perdananya, Nurfani menegaskan komitmen GMNI Ternate untuk tetap berada di garis ideologi Marhaenisme. Ia menekankan bahwa organisasi tidak boleh terjebak pada romantisme sejarah semata, tetapi harus mampu menjawab tantangan sosial di tengah arus globalisasi.

“GMNI harus hadir nyata di tengah mahasiswa dan masyarakat. Marhaenisme tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus hidup dalam kerja-kerja sosial yang membela rakyat kecil,” tegas Nurfani.

Di bawah payung kepemimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI yang diketuai Soejahri Somar, Nurfani menyatakan akan mengonsolidasikan seluruh kekuatan GMNI Ternate dari wilayah selatan hingga utara kota Ternate.

“Bendera merah berlambang kepala banteng harus hadir di sudut-sudut kampus, di jalanan, dan di ruang-ruang tempat mahasiswa serta masyarakat berjuang,” ujarnya.

Senada dengan itu, Sekretaris terpilih M. Ihlas J. Hi. Latif yang akrab disapa Zail menekankan pentingnya penguatan basis kampus sebagai fondasi utama gerakan. Menurutnya, gerakan mahasiswa yang kehilangan basis intelektual akan mudah kehilangan arah perjuangan.

Baca Juga :  Cristovan Loloh: “Rekonsiliasi Bali adalah Pembajakan Kongres dan Pengkhianatan terhadap Kedaulatan Kader GMNI”

“Amanah yang diberikan komisariat akan kami jawab dengan kembali menjadikan kampus sebagai ruang kaderisasi, penguatan ideologi, dan pengembangan gagasan progresif. Setiap gerakan sosial dan politik harus lahir dari analisis yang matang dan keberpihakan pada rakyat,” jelas Ihlas.

Konfercab ke-V ini dihadiri oleh kader GMNI dari berbagai komisariat, alumni, serta unsur organisasi lainnya. Selain menjadi forum regenerasi kepemimpinan, Konfercab juga menjadi ruang konsolidasi ideologi dan perumusan strategi menghadapi dinamika sosial-politik yang semakin kompleks.

Sidang Konfercab dipandu oleh Steering Committee (SC) yang terdiri dari Mursal Hamir, Arba Sahlan, dan Mansur Abisan. Selanjutnya, pimpinan sidang tetap diketuai oleh Aldya Rafila, dengan Rafdal La Salu sebagai wakil ketua dan Mursid Tamrin sebagai sekretaris.

Baca Juga :  Dua Pelari Gorontalo Tuntaskan BTN Jakarta Internasional Marathon 2025, Bukti Semangat Tanpa Batas

Terpisah, Ketua Cabang GMNI Ternate demisioner, Mursal Hamir, menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru. Ia mengingatkan seluruh kader agar tetap teguh pada garis perjuangan ideologis dan tidak terjebak pada kepentingan sesaat yang dapat merusak persatuan organisasi.

“GMNI harus berdiri sebagai kekuatan moral dan ideologis. Jangan mudah terprovokasi dan jangan mengorbankan nilai perjuangan demi kepentingan jangka pendek,” tegas Mursal.

Ia juga menyinggung arah perjuangan nasional GMNI di bawah kepemimpinan DPP GMNI dengan tagline “Menyulam Persatuan”. Menurutnya, semangat tersebut menegaskan posisi GMNI bukan sekadar organisasi mahasiswa, melainkan kekuatan yang menjaga persatuan bangsa di tengah ancaman disintegrasi.

Dengan kepengurusan baru ini, GMNI Kota Ternate diharapkan semakin solid, progresif, dan konsisten mengawal ideologi Marhaenisme serta memperkuat peran mahasiswa dalam memperjuangkan keadilan sosial dan persatuan nasional. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *