Warta Politik, Gorontalo – Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Alam Gorontalo (KMMPA-G) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Polda Gorontalo pada Kamis (20/03/2025).
Mereka menuntut penindakan tegas terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Pohuwato. Dengan mengusung isu “Selamatkan Pohuwato, Tangkap Mafia Tambang Ilegal”, massa berharap perhatian serius dari pihak kepolisian.

Dalam orasinya, Hidayat Musa selaku koordinator aksi, mendesak Kapolda Gorontalo untuk bertindak tegas.

Ia menyoroti nama Yosar Ruiba yang diduga berperan sebagai koordinator tambang ilegal di wilayah tersebut.

“Kami meminta Kapolda Gorontalo membuat pernyataan sikap dan kami juga menantang Kapolda untuk menangkap serta memeriksa saudara Yosar. Apakah Kapolda yang baru akan bertindak tegas atau justru mengulangi pola lama seperti pendahulunya?” tegas Hidayat.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum semakin terkikis akibat lemahnya penindakan.

Menurutnya, Kapolda yang baru memiliki tanggung jawab untuk memutus rantai impunitas serta membuktikan keberpihakannya kepada masyarakat, bukan pada mafia tambang.
“Kami berharap Kapolda yang baru tidak mengulangi dosa-dosa Kapolda sebelumnya. Jangan biarkan pembiaran ini menjadi budaya dalam tubuh Polda Gorontalo. Kami ingin melihat langkah nyata, bukan sekadar janji.” lanjutnya.
Hidayat juga memperingatkan bahwa aksi akan terus berlanjut dengan eskalasi yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
“Bapak Kapolda Irjen Pol. Drs. R. Eko Wahyu Prasetyo, SH, selamat datang di Gorontalo. Tapi kami ingatkan, jangan hanya datang untuk mencari makan di daerah kami tanpa menyelesaikan masalah ini. Jika tidak ada tindakan tegas, kami akan terus berdiri di depan Polda Gorontalo, lagi dan lagi.” tambahnya.
Selain menyuarakan tuntutan terkait tambang ilegal, Hidayat turut menyampaikan rasa belasungkawa atas gugurnya tiga anggota kepolisian Polda Lampung yang wafat dalam tugas memberantas judi sabung ayam. Ia membandingkan sikap tegas aparat di Lampung dengan situasi di Gorontalo.
“Saya secara pribadi mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya tiga anggota kepolisian yang meninggal karena memberantas judi sabung ayam, seandainya di Polda Gorontalo mampu melakukan hal seperti itu, mampu bertaruh nyawa untuk memberantas kejahatan, mungkin saja kami dan masyarakat akan sepenuhnya percaya kepada pihak Polda Gorontalo. Namun sampai dengan saat ini pihak kepolisian daerah Gorontalo tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di sini. Setiap datang Kapolda selalu pulang dengan kenyang tanpa menyelesaikan persoalan.” tandasnya.
Aksi ini mencerminkan kekecewaan masyarakat atas dampak negatif tambang ilegal yang terus beroperasi tanpa pengawasan. Kini, publik menunggu respons Kapolda Gorontalo untuk membuktikan integritasnya dalam menangani permasalahan ini.













