Warta Politik, Gorontalo — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Gorontalo menggelar Konferensi Wilayah ke-V (KONFERWIL V) dengan semangat memperkuat konsolidasi ideologi dan mempertegas arah juang organisasi. Forum ini mengusung tema “Rekonstruksi Arah Juang LMND sebagai Organisasi Perjuangan,” dan menjadi momentum penting untuk merumuskan kembali posisi politik LMND di tengah krisis sosial dan pendidikan nasional.
Kegiatan yang dihadiri perwakilan dari berbagai kampus dan sektor mahasiswa di Gorontalo ini berlangsung penuh semangat. Dalam sambutannya, Sekretaris Wilayah LMND menegaskan bahwa KONFERWIL bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan langkah strategis memperkuat basis ideologi dan memperjelas garis politik perjuangan organisasi.
“LMND harus tetap menjadi kekuatan politik rakyat yang berpihak pada kaum tertindas. Kita perkuat kerja ideologi dan organisasi agar LMND tidak sekadar bertahan, tapi memimpin perubahan,” ujarnya.
Kritik terhadap Program “Sekolah Rakyat” Kemensos

Salah satu poin penting dalam pembahasan KONFERWIL V adalah evaluasi terhadap program “Sekolah Rakyat” yang digagas oleh Kementerian Sosial. Ketua Eksekutif Wilayah terpilih, Arya Hanapi, menilai program tersebut sarat muatan politik dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
“Program itu hanyalah bentuk baru dari politisasi pendidikan. Tanpa dasar ideologis dan kurikulum yang jelas, ‘Sekolah Rakyat’ hanya menjadi alat propaganda negara untuk menutupi kegagalannya menjamin hak pendidikan rakyat,” tegas Arya.
Menurut Arya, pendidikan sejati harus membebaskan, bukan dijadikan proyek politik yang menguntungkan segelintir pihak. LMND menolak segala bentuk pendidikan semu yang dijadikan komoditas politik dan menegaskan pentingnya membangun pendidikan alternatif rakyat yang berlandaskan kesadaran kolektif dan partisipasi kritis.
Kepemimpinan Baru, Arah Baru
Dalam forum demokratis yang berlangsung dinamis, Arya Hanapi akhirnya terpilih secara mufakat sebagai Ketua Eksekutif Wilayah LMND Gorontalo Periode 2025–2027.
Dalam pidatonya, Arya menyerukan kepada seluruh kader untuk memperkuat kerja-kerja ideologi, politik, dan organisasi di setiap eksekutif kota serta di tengah rakyat.
“Kita harus membangun kekuatan alternatif rakyat yang militan dan berpihak. LMND akan terus berada di garis depan melawan komersialisasi pendidikan dan dominasi oligarki,” pungkasnya.














