Kabupaten Pohuwato

Dana Plasma Diduga Tak Kunjung Cair, Ratusan Warga Popayato Laporkan Ketua Koperasi — Aktivis Desak Kadisperindagkop Turun Tangan

×

Dana Plasma Diduga Tak Kunjung Cair, Ratusan Warga Popayato Laporkan Ketua Koperasi — Aktivis Desak Kadisperindagkop Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Dana Plasma Diduga Tak Kunjung Cair, Ratusan Warga Popayato Laporkan Ketua Koperasi — Aktivis Desak Kadisperindagkop Turun Tangan

Warta Politik, Pohuwato – Amarah warga di Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, meledak. Ratusan warga secara resmi melaporkan ketua koperasi berinisial HL ke Kepolisian Sektor Popayato pada Sabtu, 25 Oktober 2025, lantaran dana bagi hasil plasma sawit yang menjadi hak mereka diduga tak kunjung dibayarkan hampir dua tahun lamanya.

Warga menilai, ada kejanggalan besar dalam pengelolaan dana plasma yang selama ini dikelola oleh koperasi yang bermitra dengan perusahaan sawit di wilayah tersebut.
Bukan hanya keterlambatan pembayaran, tapi juga ketertutupan laporan keuangan yang menimbulkan dugaan adanya praktik penyelewengan.

Aktivis muda Pohuwato, Moh Rizki, menilai perusahaan dan koperasi seolah “bermain mata” dengan menutupi transparansi hasil kebun plasma yang seharusnya menjadi hak masyarakat.

Baca Juga :  Mahasiswa Desak Kapolda Gorontalo Tertibkan Aktivitas PETI di Popayato Barat

“Banyak warga yang mengeluh karena dana bagi hasil plasma tidak jelas. Mereka sudah menyerahkan lahan dan mempercayakan pengelolaan kepada perusahaan, tapi sampai sekarang tidak tahu ke mana uang mereka. Ini harus diusut tuntas!” tegas Rizki.

Rizki juga menuding pihak pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Pohuwato, lamban dan terkesan tutup mata terhadap masalah serius ini.

Baca Juga :  Imigrasi Deportasi 5 Warga Tiongkok yang Terlibat Aktivitas PETI di Pohuwato

“Kadisperindagkop jangan diam saja! Ini menyangkut hak ekonomi rakyat. Kalau terbukti ada penyimpangan, harus ada tindakan tegas, bahkan jika perlu dibawa ke ranah hukum,” desaknya.

Menurutnya, sikap pasif pemerintah justru berpotensi memicu gelombang ketidakpercayaan masyarakat terhadap program kemitraan plasma yang selama ini digadang-gadang menyejahterakan rakyat.

“Kalau pemerintah terus berdiam diri, rakyat bisa kehilangan kepercayaan dan konflik sosial bisa muncul di bawah. Jangan tunggu sampai masyarakat turun ke jalan! Pemerintah harus berpihak pada rakyat, bukan pada korporasi,” pungkasnya.

Baca Juga :  PJS Gorontalo Sorot Oknum Wartawan dalam Kasus PETI Petabo

Kasus dugaan penyelewengan dana plasma ini kini menjadi sorotan luas di Pohuwato. Warga berharap aparat penegak hukum bergerak cepat, sementara publik menanti langkah nyata dari Disperindagkop untuk membongkar siapa sebenarnya yang bermain di balik raibnya dana miliaran rupiah milik petani plasma tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *