Warta Politik, Gorontalo Utara – Aliansi Paguyuban Se-Gorontalo Utara menggelar aksi kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak banjir di dua kecamatan, yakni Kecamatan Gentuma Raya dan Kecamatan Tomilito.
Bencana ini terjadi pada Senin, 27 Januari 2025, pukul 18.00 WITA, akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan erosi.

Menurut laporan dari Ketua Paguyuban Gentuma Raya, erosi di salah satu desa di Kecamatan Gentuma Raya hampir merobohkan rumah warga, sehingga diperlukan tindakan lebih lanjut dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara untuk menangani situasi ini.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusdalops Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, banjir ini telah berdampak pada 7 desa dengan total 862 Kepala Keluarga (KK) dan 2.800 jiwa, yang tersebar di:

1. Kecamatan Tomilito
– Desa Milango: 230 KK, 723 Jiwa
– Desa Leyao: 235 KK, 651 Jiwa
– Desa Bubode: 167 KK, 567 Jiwa
– Desa Dambalo: 45 KK, 175 Jiwa
Total: 632 KK, 2.116 Jiwa
2. Kecamatan Gentuma Raya
– Desa Molonggota: 135 KK, 585 Jiwa
– Desa Motomingo: 50 KK, 209 Jiwa
– Desa Ipilo: (proses pendataan)
Total : 185 KK, 794 Jiwa

Sejumlah pihak telah turun tangan dalam penanganan bencana ini, di antaranya Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, BPBD Provinsi Gorontalo, Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Gorontalo Utara, Tagana, Basarnas, TNI/Polri, aparat desa setempat, serta instansi terkait lainnya.
Sebagai bentuk aksi nyata, Aliansi Paguyuban Se-Gorontalo Utara melakukan berbagai upaya untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:
– Open donasi melalui transfer bank
– Aksi penggalangan dana di berbagai titik strategis
– Pembuatan proposal bantuan kepada pihak terkait
Selain memberikan bantuan darurat, Aliansi Paguyuban Se-Gorontalo Utara juga berencana melakukan advokasi terkait ancaman banjir yang terus berulang di wilayah tersebut. Mereka akan mendorong audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara guna meminta langkah konkret dalam upaya pencegahan bencana di wilayah yang rawan banjir.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan preventif untuk mengantisipasi bencana di masa mendatang. Masyarakat tidak boleh terus-menerus menjadi korban banjir tanpa ada solusi jangka panjang,” ujar salah satu perwakilan Aliansi Paguyuban.
Gerakan kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa solidaritas antarwarga Gorontalo Utara tetap kuat dalam menghadapi bencana. Semoga langkah ini dapat membantu meringankan beban para korban dan mendorong pemerintah untuk segera bertindak.













