Warta Politik, Gorontalo – Isu mengenai pembinaan anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Gorontalo) kembali menjadi perhatian publik setelah Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Drs. Ridwan Monoarfa, menerima kunjungan Kepala LPKA Gorontalo, Parulian, pada Selasa (23/9/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Parulian memaparkan berbagai persoalan yang melatarbelakangi banyaknya anak yang akhirnya masuk ke LPKA. Ia menyebut faktor lingkungan, lemahnya kontrol pendidikan, serta penggunaan gawai tanpa pengawasan sebagai penyebab utama.

“Program pembinaan yang kami dorong, khususnya dalam bidang pendidikan, adalah upaya agar anak-anak ini dapat kembali ke masyarakat dengan kesiapan yang lebih baik,” jelas Parulian.
DPRD Siap Tindak Lanjut Melalui Komisi IV

Menanggapi hal itu, Ridwan Monoarfa menyampaikan apresiasi atas langkah LPKA dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terarah. Ia menegaskan, DPRD akan memberikan perhatian serius terhadap isu anak binaan, dan memasukkannya dalam agenda Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo untuk pembahasan lebih lanjut.
“Anak-anak binaan tidak boleh dibiarkan terjebak dalam stigma. Mereka butuh perhatian dan dukungan agar bisa bangkit serta tumbuh menjadi generasi yang lebih baik,” ujar Ridwan.

Ridwan juga menambahkan, dirinya akan meninjau langsung kondisi di LPKA Gorontalo guna memastikan program pembinaan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan anak-anak.
Dorongan Kolaborasi untuk Pembinaan yang Lebih Bermakna
Pertemuan yang turut dihadiri Kepala Seksi Registrasi dan sejumlah staf LPKA itu dianggap sebagai langkah awal dalam memperkuat kerja sama antara lembaga pembinaan dan DPRD.
Keduanya berkomitmen agar pembinaan anak tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar berorientasi pada pendekatan humanis yang memberi ruang bagi anak untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan harapan baru.













