Warta Politik – Kota Gorontalo – Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Gorontalo dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Polri menggelar sosialisasi terkait bahaya Intoleransi, Radikalisme, Extremisme dan Terorisme (IRET) kepada pegawai Kantor Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Muara Tirta Kota Gorontalo, Selasa (11/2/25).
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Perumda, Ir. Lucky Paudi, S.T, M.Si, IPM, bersama sejumlah pegawai, serta beberapa pejabat lainnya.
Sementara itu, dari Tim Cegah Satgaswil Gorontalo, hadir IPDA Sandi Jaya Kolopita, S.H., Bripka Ahmad Nur, S.E., Brigpol Rian Rinaldi S. Dama, S.Kom., M.H., serta Bribda Moh. Gifan Sanjaya.
Dalam paparannya, Brigpol Rian Rinaldi S. Dama, S.Kom., M.H. selaku narasumber menyampaikan materi terkait bahaya paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme, termasuk beberapa contoh aksi teror yang pernah terjadi di dalam maupun luar negeri.


Selain itu, ia menjelaskan karakteristik dari intoleransi, radikalisme, dan terorisme serta ciri-ciri seseorang yang telah terpapar paham tersebut.
“Intoleransi ditandai dengan sikap tidak menghargai hak orang lain, diskriminasi, dan pemaksaan kehendak. Sementara itu, radikalisme cenderung anti terhadap kebinekaan dan tidak mau menghormati simbol-simbol negara. Sedangkan terorisme lebih ekstrem karena membenarkan segala cara, termasuk aksi kekerasan, dalam mencapai tujuan ideologinya,” ujar Brigpol Rian.
Tim Cegah juga menekankan pentingnya memahami empat pilar kebangsaan, yakni UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, sebagai upaya menangkal paham radikal.
Selain itu, mereka juga mengungkap tren modus baru aksi teror, keterlibatan generasi muda dalam propaganda ekstremis, serta keberadaan organisasi terlarang di Indonesia.
Selain pemaparan materi, Tim juga memberikan informasi mengenai berbagai saluran penyebaran paham radikal, seperti situs web, media sosial, hingga radio daring yang digunakan untuk menyebarluaskan ideologi terorisme.
Oleh karena itu, pegawai diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan para pegawai Perumda Muara Tirta terhadap ancaman paham radikal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.












