Warta Politik, Kota Gorontalo – Direktur RSUD Otanaha Kota Gorontalo, Grace Tumewu, tengah menjadi sorotan usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Gorontalo Kota.
Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan penyimpangan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digunakan untuk tiga item pekerjaan di lingkungan rumah sakit.
Informasi yang diperoleh tim Wartapol.id mengindikasikan bahwa pekerjaan tersebut dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi dan manfaat yang seharusnya.
Bahkan, dugaan kuat mengarah pada kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Grace Tumewu. Ketika hendak diwawancarai di ruang kerjanya pada Senin (10/6/25), ia memilih tidak menemui awak media.
“Grace sedang berada di luar kantor karena memiliki agenda tertentu,” ujar Anisa, sekretaris pribadinya.
Namun, ketika dimintai kejelasan soal agenda tersebut, Anisa tidak bersedia memberi penjelasan lebih lanjut.
Pernyataan Anisa itu menuai kecurigaan. Pasalnya, ketika dikonfirmasi kepada petugas keamanan rumah sakit, mereka justru menyampaikan hal berbeda.
Menurut para petugas keamanan, Grace Tumewu sebenarnya berada di dalam gedung. Mereka bahkan menunjuk kendaraan dinas milik Grace Tumewu yang terparkir di halaman rumah sakit sebagai bukti kehadirannya.

Kasus dugaan penyimpangan anggaran PEN ini kini sedang dalam penyelidikan aparat. Namun hingga saat ini, baik manajemen RSU Otanaha maupun Polres Gorontalo Kota belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan terhadap direktur rumah sakit tersebut.
Pihak Tim Wartapol.id masih berupaya menggalang konfirmasi lanjutan demi mengungkap lebih dalam potensi penyalahgunaan dana publik di sektor layanan kesehatan ini.












