Warta Politik, Gorontalo – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Menggugat Gorontalo (AMRM-G) pada Rabu (30/7) memunculkan respons terbuka dari Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge.
Dalam aksi yang digelar di tiga titik yakni Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Kantor Dinas Kumperindag, dan Inspektorat Provinsi, massa menuntut tindakan tegas terhadap dugaan praktik nepotisme dalam proyek pengadaan di instansi tersebut.
Mereka mendesak Kejati Gorontalo memeriksa Sekretaris Dinas Kumperindag, Farhun Basyrewan, serta menuntut Gubernur Gorontalo untuk mencopot pejabat tersebut dari jabatannya.
Koordinator lapangan aksi, Arya Syahrain, menegaskan bahwa persoalan ini telah mencederai kepercayaan publik terhadap birokrasi.

“Sudah sangat jelas anak dan kerabat dari pejabat aktif menerima proyek di dinas yang sama. Ini bukan hanya pelanggaran etika, tetapi juga dugaan penyalahgunaan wewenang. Kami juga meminta Kejaksaan mengaudit CV Kayla Karya dan CV Hikmat,” ujar Arya di sela-sela aksi.
Dalam momen aksi di halaman Kantor Dinas Kumperindag, massa akhirnya ditemui langsung oleh Kadis Kumperindag Gorontalo, Risjon Sunge.
Ia mengakui bahwa informasi soal dugaan keterlibatan keluarga pejabat dalam proyek pengadaan sudah sampai ke telinga Gubernur.
“Kami berterima kasih kepada teman-teman mahasiswa dan masyarakat yang telah ikut menyuarakan berbagai persoalan yang ada di lingkungan Dinas Kumperindag,” ujar Risjon.
Lebih Lanjut, Risjon tidak membantah adanya keterlibatan keluarga pejabat dalam proyek pengadaan yang tengah disorot.
“Memang benar bahwa penerima proyek yang ada di Dinas Kumperindag ini salah satunya adalah anak dari Sekretaris Dinas Perindag. Dan masalah ini pun sudah sampai di telinga Pak Gubernur,” tegasnya.
Namun, ketika diminta klarifikasi lebih lanjut dari pejabat yang bersangkutan, Risjon menyampaikan bahwa Sekdis Farhun Basyrewan tidak berada di tempat karena sedang mengikuti kegiatan di luar daerah.
“Sayangnya yang bersangkutan tidak berada di tempat. Ibu Sekdis sendiri sedang mengikuti kegiatan pelatihan di luar,” jelasnya di hadapan massa aksi.
Risjon memastikan pihaknya akan menghormati setiap proses hukum dan pengawasan yang dilakukan lembaga terkait.
Ia juga berharap persoalan ini segera menemukan titik terang agar pelayanan publik tidak terganggu oleh isu-isu semacam ini.
AMRM-G menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan mengancam akan melakukan aksi lanjutan apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah dan aparat penegak hukum.














