Warta Politik, Legislatif – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Partai Golkar, Fikram Salilama, menyerap berbagai aspirasi warga dalam agenda reses masa persidangan ketiga tahun 2024–2025 yang berlangsung di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah usulan masyarakat mencuat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga bantuan bagi pelaku UMKM dan tempat ibadah.

Fikram menyatakan, pihaknya akan memilah setiap aspirasi berdasarkan kewenangan.
Usulan yang menjadi ranah pemerintah kota akan diteruskan kepada Wali Kota, sementara yang menjadi kewenangan provinsi akan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikirannya (Pokir) di DPRD.

“Ada aspirasi yang disampaikan yang menjadi kewenangan kota, sehingga yang menjadi kewenangan provinsi itu saya akan bantu. Tapi yang kewenangan kota tetap akan saya sampaikan ke Pak Wali Kota,” ujar Fikram dalam keterangannya kepada media.
Salah satu keluhan warga yang mengemuka adalah soal pembangunan tanggul pengaman sungai.

Menurut Fikram, proyek tersebut merupakan kewenangan Balai Sungai.
“Insya Allah, kalau ini tanggul, kita akan bicarakan dan sampaikan ke Balai Sungai. Siapa tahu mereka punya anggaran untuk itu, kita arahkan ke sini,” katanya.
Selain infrastruktur, masyarakat juga menyuarakan harapan terkait pengembangan UMKM dan bantuan masjid.
Fikram menyebut, beberapa permohonan bantuan masjid telah masuk dan ada yang telah diakomodasi dalam APBD Induk. Sementara sisanya akan diupayakan melalui APBD Perubahan.
“Tadi di sini ada dua atau tiga orang yang menyampaikan bantuan masjid. Yang satu ini sudah saya sampaikan dan akan dibantu lewat Pokir saya di APBD Induk. Yang lainnya insya Allah saya masukkan di APBD Perubahan,” ujarnya.
Terkait bantuan UMKM, Fikram menekankan pentingnya kelengkapan administrasi berupa proposal yang harus diajukan warga secara resmi.
“Kalau mereka menyampaikan proposal, saya akan perjuangkan. Saya sudah siapkan Pokir sekitar 300 paket bantuan UMKM. Tapi saya prioritaskan konstituen saya. Kalau sudah selesai dan masih ada paket, saya bantu masyarakat lainnya yang masukkan proposal,” tuturnya.
Fikram juga menegaskan bahwa dukungan anggaran untuk berbagai aspirasi masyarakat telah dirancang hingga tahun 2026.













