Warta Politik, Kota Gorontalo – Fenomena siswa berseragam sekolah yang bermain di tempat biliard semakin marak dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Hal ini dinilai sebagai persoalan serius yang memerlukan tindakan tegas dari pihak terkait.
Sebelumnya, pada hari Selasa (10/12) Pukul 11:50 Wita, awak media menemukan beberapa siswa berseragam sekolah tengah asik bermain biliar di Borneo Billiard yang berlokasi di Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur.
Padahal, aturan larangan masuk bagi siswa berseragam sudah terpampang jelas di lokasi tersebut. Namun, pihak pengelola tetap membiarkan mereka masuk dan bermain.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Gorontalo, Aljufri, menilai pengelola Borneo Billiard telah lalai dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya.
Menurutnya, keberadaan siswa di tempat seperti itu bertentangan dengan upaya membangun pendidikan moral dan karakter bangsa.
“Kami menilai pihak Borneo Billiard tidak menjunjung tinggi tanggung jawab sosial dan pendidikan moral,” tegas Aljufri saat diwawancarai Selasa (17/12).
Aljufri juga menyoroti celah pengawasan yang dimanfaatkan pihak pengelola demi keuntungan bisnis semata.
Siswa yang bermain di jam sekolah atau tanpa pengawasan orang tua dianggap sebagai indikasi lemahnya kontrol sosial.
“Kehadiran siswa berseragam di tempat hiburan semacam ini menunjukkan adanya celah pengawasan yang dimanfaatkan oleh pihak pengelola untuk keuntungan semata, tanpa memikirkan dampak buruknya bagi siswa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Aljufri mendesak pemerintah Kota Gorontalo dan aparat terkait untuk segera mengambil langkah tegas demi mencegah masalah serupa terulang kedepannya.
“Kami mendesak Pemerintah Kota Gorontalo serta aparat terkait agar segera mengambil langkah tegas terhadap Borneo Billiard ini, bila perlu ditutup,” kata Aljufri
Aljufri mengaku saat ini pihaknya sedang membangun konsolidasi dengan sejumlah organisasi maupun elemen masyarakat.
“Hal seperti ini tentu tidak bisa dibiarkan. Dan ini akan kami kawal terus. Insya Allah dalam waktu dekat kami akan menggelar aksi di DPRD maupun kantor Walikota Gorontalo,” pungkasnya.
Sebelumnya, Owner Borneo Billiard, Jonathan memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi oleh awak media. Dia menyatakan sudah memberikan peringatan agar siswa mengganti pakaian sebelum bermain.
“Kita sudah himbau jika bawa baju lapis silahkan diganti, tapi jawaban mereka katanya sudah pulang sekolah karena habis ulangan semester,” singkat Jonathan Rabu (11/12).
Baca Berita Sebelumnya di Sini












