Warta Politik, Kota Gorontalo – Salah satu tempat hiburan (Borneo Billiard) yang beralamat di Kelurahan Heledulaa, Kecamatan Kota Timur diduga melakukan pembiaran terhadap para siswa/i masuk dan bermain billiard di waktu sekolah.
Berdasarkan hasil pantauan awak media, Sejumlah siswa/i SMP dan SMA yang masih mengenakan seragam sekolah tengah asik bermain billiard pada pukul 11 : 50 Wita,Selasa,(10/12)
Ironisnya, di lokasi tersebut terdapat larangan tegas bagi siswa/i berseragam untuk masuk, tetapi aturan ini tampaknya tidak ditegakkan secara konsisten.

Kejadian ini memicu persepsi negatif dari berbagai pihak, di mana pemilik Borneo Billiard dituding kurang mendukung nilai-nilai pendidikan dan etika.

Dalam banyak kasus, siswa berseragam yang bermain biliar sering diasosiasikan dengan pelanggaran disiplin, terutama jika dilakukan pada jam sekolah.
Owner Borneo Billiard, Jonathan memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi oleh awak media. Dia menyatakan sudah memberikan peringatan agar siswa mengganti pakaian sebelum bermain.
“Kita sudah himbau jika bawa baju lapis silahkan diganti, tapi jawaban mereka katanya sudah pulang sekolah karena habis ulangan semester,” jelas Jonathan Via Whatsapp Call, (11/12).
Lebih lanjut, Jonathan juga menyebut bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di tempatnya.
“Kalau boleh di cek juga semua tempat billiard di gorontalo,yang saya tau semua anak sekolah juga bermain di tempat billiard lain bukan hanya di Borneo billiard,” tutup Jonathan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dari berbagai pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan pelaku usaha, untuk memastikan siswa/i tetap berada dalam koridor yang sesuai dengan tanggung jawab mereka sebagai pelajar.














