Legislatif

Dewan Soroti Diskresi Pemotongan Anggaran, Suasana Banggar Memanas

×

Dewan Soroti Diskresi Pemotongan Anggaran, Suasana Banggar Memanas

Sebarkan artikel ini
Espin Tulie,Anggota Banggar DPRD Provinsi Gorontalo.

Warta Politik, Legislatif – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Gorontalo berlangsung panas setelah sejumlah anggota dewan menyoroti pemangkasan anggaran yang dianggap tidak adil antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pemangkasan sebesar 50 persen sesuai instruksi pemerintah pusat ternyata tidak berlaku merata. Beberapa OPD diketahui tidak mengalami pengurangan, berdasarkan data yang dipaparkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Hal ini memicu respons keras dari anggota DPRD, Espin Tulie dan Meyke Camaru.

“Kami sudah mengingatkan sebagai fungsi pengawasan. Tidak boleh ada pengecualian jika memang aturan pusat mengatakan pemotongan 50 persen,” tegas Espin.

Baca Juga :  Femmy Tegaskan KPID dan KIP Harus Mendapat Dukungan Anggaran APBD

Menanggapi kritik tersebut, Ketua TAPD yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, menjelaskan bahwa ada pertimbangan tertentu yang menjadi dasar pengecualian.

Baca Juga :  Pansus Pertambangan DPRD Gorontalo Sampaikan Laporan di Paripurna, Soroti Konflik dan Tata Kelola Tambang Emas

Menurut Sofian, OPD seperti BKD dan Dinas Pangan memiliki anggaran terbatas, sehingga pemotongan bisa mematikan program prioritas. Ia menyebut efisiensi tetap bisa dilakukan dengan mekanisme subsidi silang antar OPD.

Baca Juga :  Paripurna HUT ke-25 Provinsi Gorontalo Angkat Konsep “Kembali ke Alam”, Dekorasi Tampilkan Hasil Tani Lokal

Meski begitu, jawaban tersebut belum memuaskan para legislator. Mereka meminta kejelasan lebih dalam mengenai dasar pengecualian dan prosedur pemangkasan.

Ketegangan ini menunjukkan adanya upaya dari DPRD untuk memastikan proses distribusi anggaran berlangsung adil dan transparan. Dalih efisiensi dianggap tak cukup jika tak disertai keadilan dan keterbukaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *