Warta Politik, Bone Bolango — Sebuah potongan video berdurasi 7 menit 11 detik yang diunggah oleh akun TikTok @pappa_eggar menjadi perbincangan hangat.
Video tersebut memperlihatkan Merlan Uloli, mantan kandidat Bupati Bone Bolango, mengungkapkan rasa penyesalannya setelah gagal dalam Pemilihan Bupati Bone Bolango 2024.

Dalam video itu, Merlan berbicara di sebuah acara warga di Bone Bolango. Ia menyebutkan bahwa selisih kekalahan 3.000 suara menjadi penentu hasil Pilbup tersebut.
Merlan juga mengungkapkan bahwa kemenangan dapat diraih jika masyarakat Kabila memberikan kepercayaan penuh kepada pasangan Merlan Uloli-Syamsu Botutihe sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati serta kepada Tony Uloli sebagai calon Gubernur.

“Kalau 3.000 suara itu kita dapatkan di Kabila, saya tidak akan kalah. Tapi orang Kabila sendiri tidak percaya dan tidak mau mempercayakan suaranya kepada saya dan Pak Tony Uloli,” ujar Merlan, Senin, (4/12).
Merlan mengaku sempat menargetkan perolehan suara hingga 90 persen di Kecamatan Kabila. Namun, realisasinya hanya mencapai 50 persen, jauh di bawah harapan.

“Saya targetkan menang 90 persen di Kabila, tapi ternyata hanya 50 persen. kalau semua orang hanya ambil duitnya saja tapi tetap memilih Mulus pasti pembangunan akan berlanjut,” katanya.
Merlan juga menyinggung praktik politik uang yang menurutnya menjadi salah satu tantangan berat.
“Siapa pun bupatinya, kalau melawan dengan bombardir Rp300 ribu per kepala, tidak ada yang mampu menang. Karena uang itu pasti akan diminta kembali oleh pemberinya, dan kalian harus menanggungnya,” ucapnya dengan nada kecewa.
Ia juga mengkritik warga Kabila yang dianggapnya tidak solid dalam mendukung kandidat lokal. Merlan bahkan menyebutkan bahwa pengkhianatan di kampung halamannya menjadi faktor kekalahan.
“Padahal 3.000 suara itu bisa kita dapatkan dari kampung sendiri. Kalau 10.000 suara saja diberikan kepada saya, kita menang. Tapi banyak yang berkhianat,” tambah Merlan
Merlan menutup pernyataannya dengan meminta masyarakat untuk tidak menyesali hasil pemilu, karena keputusan berada sepenuhnya di tangan rakyat.
“Inilah pilihan rakyat, jadi jangan disesali. Banyak yang menangis, lemas, bahkan tidak bisa makan. Tapi bapak dan ibu sendiri yang menciptakan situasi ini, bukan saya,” pungkasnya
Pernyataan Merlan tersebut kini menjadi perbincangan publik, terutama terkait praktik politik uang dan dinamika dukungan di tingkat lokal yang ia soroti.
Tonton Video Lengkapnya di Sini













