Kota GorontaloPolitik

Penanganan Kasus Jl MT. Haryono Cs dinilai Lamban, Frangky : Kejati Harus Turun Tangan

×

Penanganan Kasus Jl MT. Haryono Cs dinilai Lamban, Frangky : Kejati Harus Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

Warta Politik, Kota Gorontalo – Aktivis kawakan Gorontalo, Frankymax Kadir mengkritik kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Gorontalo dalam menangani dugaan kasus Proyek revitalisasi kawasan pusat perdagangan di koridor Jalan MT. Haryono, Kota Gorontalo.

Pasalnya, proyek yang didanai melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak 29 Januari 2022 itu kini disebut mangkrak, padahal telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

 

Menurut Franky, Kejari belum menunjukkan perkembangan berarti dalam penyelidikan kasus ini.

Padahal,sejak masalah terkait proyek ini mencuat ke publik, Kejari Kota Gorontalo telah memanggil beberapa saksi. Namun, hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Duduk perkaranya sampai saat ini sulit untuk diungkap oleh Kejari Kota Gorontalo, maka bisa dipastikan bahwa ada dugaan tidak beres terkait dengan penanganan kasus tersebut,” kata Franky, Senin (27/1/2025).

Baca Juga :  Petahana Tumbang, KPU Bonbol  Tetapkan IRIS Pemenang Pilkada 2024
Aktivis Gorontalo, Frankymax Kadir
Aktivis kawakan Gorontalo, Frankymax Kadir

“Jika hal ini benar maka konteks penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejari Kota Gorontalo, khususnya team jaksa yang menangani perkara patut di pertanyakan,” lanjutnya.

Frangky menduga ada hambatan dalam proses pemeriksaan saksi yang menyebabkan kasus ini seolah jalan di tempat, sehingga penanganan perkara tidak berjalan sesuai harapan masyarakat.

“Bahkan, diduga kuat proses pemeriksaan saksi yang terlibat dalam proyek tersebut ada hal yang mengganjal, sehingga sampai saat ini para pelaku proyek ini sulit untuk diungkap kepermukaan, semacam ada yang tersirat,” kata Franky.

Baca Juga :  Gorontalo Berdarah, Teman Jadi Tersangka Usai Bunuh Korban dengan 6 Tusukan

“Kami melihat ada kendala serius dalam pengungkapan kasus ini. Mestinya dari proses penanganan perkara yang berjalan sekarang ini harusnya sudah ada yang di tetapkan tersangka,” imbuhnya.

Lebih lanjut,Franky meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo untuk turun tangan untuk mengevaluasi penanganan kasus oleh Kejari Kota Gorontalo.

“Dengan adanya polemik saat ini, selaku aktivis Gorontalo yang juga punya kewajiban mengawal pembangunan untuk kemajuan daerah, kami meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo mengevaluasi proses penanganan dugaan kasus ini,” tegasnya.

Jika perlu,kata Franky, kejaksaan Tinggi diharapkan segera mengambil alih penyelidikan dugaan kasus proyek Revitalisasi Kawasan Pusat Perdagangan pada Koridor Jl. MT. Haryono cs, kota Gorontalo tersebut, agar perkara ini bisa diselesaikan secara tuntas.

Baca Juga :  Kelurahan Biawao Dapat Apresiasi dari Rumah Moderasi Beragama IAIN Sultan Amai Gorontalo.

“Jika memang sulit untuk di usut oleh Kajari Kota Gorontalo, maka kami meminta Kepada Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk mengusut Tuntas dugaan kasus tersebut agar supaya mendapatkan Kepastian hukum di mata publik,” tegasnya.

Awak media telah mengunjungi Kantor Kejari Kota Gorontalo pada Kamis (30/1/2025), namun Kasipidsus Kejari Kota Gorontalo tak berada di tempat.

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih tangggapan resmi dari pihak Kejari Kota Gorontalo mengenai perkembangan kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AHY Titip Pesan Kebangkitan Demokrat, Herman Khaeron Minta Kader Gorontalo Perkuat Konsolidasi GORONTALO – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo diminta menjadi titik awal penguatan organisasi sekaligus kebangkitan partai menghadapi agenda politik mendatang. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat membuka Musda V yang digelar di Fox Hotel Gorontalo, Minggu (5/7/2026). Dalam sambutannya, Herman menyampaikan salam dan arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya, pesan yang disampaikan AHY menjadi suntikan semangat bagi seluruh kader agar terus bekerja membesarkan Partai Demokrat, khususnya di Provinsi Gorontalo. Herman mengatakan, seluruh jajaran partai harus menjadikan Musda sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Ia menegaskan, kebangkitan Demokrat tidak hanya diukur dari hasil pemilu, tetapi juga dari kemampuan kader memperjuangkan kepentingan masyarakat. Selain itu, Herman mengingatkan pentingnya memastikan struktur partai bekerja secara maksimal hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, mesin partai yang solid dan berjalan sesuai dengan aturan organisasi akan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan. “Partai Demokrat memiliki mesin yang efektif. Ada dua tujuan penting, pertama untuk seluruh rakyat Gorontalo dan kedua bagaimana mesin partai harus betul-betul berjalan sesuai AD/ART kita sampai tingkat anak ranting,” ujar Herman. Ia juga mengajak seluruh kader untuk tidak melupakan perjalanan panjang Partai Demokrat di Gorontalo. Menurutnya, partai berlambang mercy itu pernah mencatatkan berbagai prestasi politik, termasuk memiliki wakil di DPR RI dan meraih sejumlah kursi di DPRD kabupaten, kota, maupun provinsi. Karena itu, Herman optimistis kejayaan tersebut dapat diraih kembali apabila seluruh kader tetap menjaga kekompakan, memperkuat soliditas organisasi, dan terus hadir di tengah masyarakat. Musda V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo turut dihadiri jajaran pengurus DPP, pengurus DPD, DPC se-Gorontalo, serta kader Partai Demokrat dari berbagai daerah. Forum tersebut juga menjadi agenda untuk menentukan arah kepemimpinan dan memperkuat strategi partai menghadapi dinamika politik yang akan datang.
Politik

Wartapol, Gorontalo – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat…