Warta Politik – Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Benny Rhamdani menyerukan kepada seluruh kader Partai Hanura agar hadir sebagai kekuatan politik yang memperjuangkan kepentingan rakyat dan daerah dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) IV Hanura Provinsi Gorontalo, Sabtu (16/5/2026), di Ballroom Hotel Aston Gorontalo.
Dalam pidatonya, Benny Rhamdani banyak menyinggung semangat perjuangan rakyat Gorontalo yang menurutnya memiliki sejarah panjang dalam melawan penjajahan dan ketidakadilan.
Ia mengingatkan kembali sejarah Komite 12 yang dipimpin Nani Wartabone, yang mendeklarasikan kemerdekaan Gorontalo bahkan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
“Semangat untuk merdeka dan melepaskan diri dari imperialisme itu lahir dari Gorontalo. Semangat itu harus tetap hidup dalam memperjuangkan kepentingan rakyat daerah,” ujar Benny.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam di daerah seharusnya dinikmati sebesar-besarnya oleh masyarakat daerah, bukan hanya dikuasai pemilik modal.
“Kalau pemilik modal datang lalu seluruh kekayaan daerah dikuasai kapitalisme sementara rakyat hanya jadi penonton, bahkan rakyat kecil dicap sebagai penambang liar, saya pikir itu sebuah kezoliman,” tegasnya.
Meski demikian, Benny menegaskan Gorontalo bukan daerah yang anti terhadap investasi. Namun, ia mengingatkan agar pengelolaan sumber daya alam tetap berpihak kepada rakyat.
“Tidak boleh ada kekuasaan mutlak di mana sumber daya alam sepenuhnya hanya dikuasai pemilik modal sementara rakyat daerah tidak menikmati hasilnya,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Benny juga memuji kondisi sosial dan pembangunan di Gorontalo yang dinilainya terus bergerak maju dan semakin kompetitif.
“Gorontalo terus bergerak menjadi daerah yang terbuka, progresif, dan kompetitif. Pertanian, UMKM, pendidikan, infrastruktur hingga konektivitas mulai menunjukkan arah transformasi daerah yang benar,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut Gorontalo layak menjadi contoh daerah lain dalam menjaga stabilitas sosial dan kondusifitas daerah.
“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, Gorontalo menjadi pembeda dan bahkan bisa menjadi role model dalam menjaga kondusifitas daerah,” katanya.
Dalam pidatonya, Benny juga membeberkan sejumlah potensi strategis Gorontalo, mulai dari posisi geografis di kawasan utara Sulawesi, potensi Teluk Tomini, pertanian jagung nasional, ekonomi biru, hingga sektor kelautan dan pariwisata.
“Gorontalo punya potensi besar menjadi kawasan agro maritim Indonesia Timur. Ini kekuatan yang harus dikelola dengan baik,” ujarnya.
Di hadapan kader Hanura, Benny turut mengingatkan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi momentum memperkuat struktur partai hingga akar rumput.
“Musda ini harus melahirkan kepemimpinan yang visioner, progresif, dan ideologis,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan kader Hanura agar tidak menjadikan politik hanya sebagai alat perebutan kekuasaan semata.
“Berpolitik boleh untuk merebut kekuasaan, tapi kekuasaan bukan tujuan akhir. Kekuasaan harus menjadi alat untuk memperjuangkan cita-cita rakyat,” kata Benny.
Dalam konteks nasional, Benny menegaskan Partai Hanura tetap menghormati pemerintahan hasil Pemilu 2024 meskipun partainya tidak berada dalam barisan pemenang Pilpres.
“Kalau kita kalah lalu berharap pemerintah gagal, berarti kita bukan kader ideologis. Partai Hanura menghormati pemerintahan yang lahir secara konstitusional,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta Musda.
Menutup sambutannya, Benny mengajak seluruh kader Hanura tetap hadir di tengah masyarakat kecil dan menjadi bagian dari perjuangan rakyat.
“Datangi gubuk-gubuk rakyat. Dengarkan suara mereka. Kader Partai Hanura harus hidup di tengah rakyat, dan itulah api perjuangan Partai Hati Nurani Rakyat,” tandasnya.
















