Warta Politik, Pohuwato – Konflik pertambangan ilegal di Kabupaten Pohuwato kembali menjadi perhatian publik.
Konsorsium yang dikenal dengan sebutan “Joker” diduga kuat menjadi aktor utama di balik konflik tersebut, yang tidak hanya meresahkan masyarakat tetapi juga mengancam stabilitas daerah.
Kelompok ini, yang disebut-sebut dikendalikan oleh Oknum berinisial R dan kawan-kawan (dkk), diduga menjadi penguasa utama praktik pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Pohuwato.
Aktivitas mereka dianggap sebagai biang keladi munculnya berbagai persoalan sosial dan hukum yang belum terselesaikan hingga kini.

Aktivis Gorontalo, M. Fadli, menyoroti keras lemahnya penanganan aparat terhadap aktivitas ilegal tersebut.
Ia menilai bahwa Polres Pohuwato dan Polda Gorontalo harus segera bertindak tegas menertibkan kelompok ini.
“Praktik PETI yang dikuasai oleh kelompok Joker dkk sudah sangat meresahkan. Lebih parah lagi, muncul dugaan keterlibatan sejumlah oknum aparat penegak hukum yang diduga menjadi beking. Tapi sampai hari ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian,” ujar Fadli, Minggu (8/6).
Ia juga menyebut bahwa tak hanya aparat, ada beberapa oknum aktivis yang diduga turut terlibat dalam mendukung aktivitas ilegal ini.
Menurutnya, tindakan tegas tanpa pandang bulu harus segera dilakukan demi menjaga marwah hukum dan keadilan di masyarakat.
“Kalau Polres Pohuwato ragu menindak, seharusnya bisa belajar dari Kapolres Boalemo yang berani dan tegas menertibkan seluruh aktivitas PETI di wilayahnya. Jangan sampai masyarakat menganggap aparat tidak punya nyali menghadapi para pelaku,” tegasnya.
Fadli memperingatkan bahwa jika konflik ini terus dibiarkan, dampaknya bisa semakin luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap keamanan sosial dan kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
“Kami mendesak Polda Gorontalo segera mengambil alih dan bersih-bersih di internal, terutama terhadap aparat yang terindikasi bermain di balik praktik ilegal ini,” pungkasnya.














