Kota GorontaloPolitik

Kasus Jl MT Haryono Cs Stagnan, Kejari Kota Tidur ?

×

Kasus Jl MT Haryono Cs Stagnan, Kejari Kota Tidur ?

Sebarkan artikel ini
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

Warta Politik, Kota Gorontalo – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) Provinsi Gorontalo, Frankymax Kadir, kembali melontarkan kritik tajam terhadap penanganan dugaan kasus proyek revitalisasi kawasan perdagangan di koridor Jalan MT. Haryono, Kota Gorontalo.

Proyek yang dibiayai melalui skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 dengan anggaran sekitar Rp29 miliar ini kini menghadapi permasalahan serius.

Kasus Stagnan, Ada Apa dengan Kejaksaan?

“Dugaan kasus pekerjaan proyek ini yang dianggarkan melalui Dana PEN 2022 dengan memakan anggaran kurang lebih 29 Miliar, kini sedang di tangani kejaksaan Kota Gorontalo. Di duga ada dua Perusahaan yang sedang bermasalah serius dalam Pekerjaan tersebut,” kata Franky.

Baca Juga :  Terseret Dugaan Korupsi, Direktur RSUD Otanaha Sembunyi di Balik Pintu Kantor?

Menurutnya, meskipun kasus ini telah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, belum terlihat perkembangan yang signifikan.

Ia menyoroti lambatnya penanganan, meskipun bukti di lapangan menunjukkan proyek tersebut mangkrak.

“Hingga saat ini belum ada tanda – tanda kemajuan dalam penuntasan perkara, padahal kasus ini sangat jelas di mata publik dengan berbagai macam bukti lapangan terkait pekerjaan yang mangkrak,” ujarnya.

Saksi Sudah Diperiksa, Mengapa Masih Tertutup?

Franky juga mengungkapkan bahwa beberapa saksi telah diperiksa sejak Juni 2024, namun hasilnya belum diumumkan ke publik. Hal ini memicu dugaan bahwa proses hukum sengaja diperlambat.

Baca Juga :  Pj Gub Gorontalo Dorong Penguatan Pencegahan Korupsi di Tingkat Pemerintahan

“Penanganan dugaan kasus proyek yang memakan anggaran miliaran rupiah ini pernah dilakukan pemeriksaan beberapa orang saksi pada bulan Juni 2024, namun hasilnya sampai hari ini belum di ungkap ke permukaan,” kata Franky.

Kejati Harus Bertindak !

Franky mempertanyakan kinerja Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo yang dinilai belum menunjukkan langkah hukum konkret dalam penyelesaian kasus ini.

Bahkan, pergantian jaksa yang menangani perkara ini semakin menambah kekhawatiran bahwa kasus ini tidak menjadi prioritas.

“Kami khawatir jangan sampai perkara ini sengaja di perlambat, ini artinya patut dicurigai. Sebenarnya ada apa dengan Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo?” ujarnya.

Baca Juga :  Cipayung Plus Gorontalo Sentil Prabowo-Gibran: Janji Manis, Kebijakan Tragis!

Ia mendesak agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo turun tangan untuk mengevaluasi kinerja Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo.

Bahkan, jika perlu, ia meminta agar kasus ini diambil alih oleh Kejati demi menjamin kepastian hukum dan menghindari spekulasi publik.

“Karena itu kami selaku Aktivis yang tergabung Dalam Pegiat Anti Korupsi mendesak Kejaksaan Tinggi Gorontalo untuk mengevaluasi kinerja Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo, dan jika perlu penanganan dugaan kasus ini di ambil alih oleh Kajati Gorontalo untuk mendapatkan kepastian Hukum,” tegas Franky.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AHY Titip Pesan Kebangkitan Demokrat, Herman Khaeron Minta Kader Gorontalo Perkuat Konsolidasi GORONTALO – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo diminta menjadi titik awal penguatan organisasi sekaligus kebangkitan partai menghadapi agenda politik mendatang. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat membuka Musda V yang digelar di Fox Hotel Gorontalo, Minggu (5/7/2026). Dalam sambutannya, Herman menyampaikan salam dan arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya, pesan yang disampaikan AHY menjadi suntikan semangat bagi seluruh kader agar terus bekerja membesarkan Partai Demokrat, khususnya di Provinsi Gorontalo. Herman mengatakan, seluruh jajaran partai harus menjadikan Musda sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Ia menegaskan, kebangkitan Demokrat tidak hanya diukur dari hasil pemilu, tetapi juga dari kemampuan kader memperjuangkan kepentingan masyarakat. Selain itu, Herman mengingatkan pentingnya memastikan struktur partai bekerja secara maksimal hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, mesin partai yang solid dan berjalan sesuai dengan aturan organisasi akan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan. “Partai Demokrat memiliki mesin yang efektif. Ada dua tujuan penting, pertama untuk seluruh rakyat Gorontalo dan kedua bagaimana mesin partai harus betul-betul berjalan sesuai AD/ART kita sampai tingkat anak ranting,” ujar Herman. Ia juga mengajak seluruh kader untuk tidak melupakan perjalanan panjang Partai Demokrat di Gorontalo. Menurutnya, partai berlambang mercy itu pernah mencatatkan berbagai prestasi politik, termasuk memiliki wakil di DPR RI dan meraih sejumlah kursi di DPRD kabupaten, kota, maupun provinsi. Karena itu, Herman optimistis kejayaan tersebut dapat diraih kembali apabila seluruh kader tetap menjaga kekompakan, memperkuat soliditas organisasi, dan terus hadir di tengah masyarakat. Musda V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo turut dihadiri jajaran pengurus DPP, pengurus DPD, DPC se-Gorontalo, serta kader Partai Demokrat dari berbagai daerah. Forum tersebut juga menjadi agenda untuk menentukan arah kepemimpinan dan memperkuat strategi partai menghadapi dinamika politik yang akan datang.
Politik

Wartapol, Gorontalo – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat…