Kabupaten Gorontalo UtaraLegislatif

Eks Presma BEM UG: DPRD Harus Buka Pansus PPPK, Jangan Bungkam di Tengah Sorotan Publik!

×

Eks Presma BEM UG: DPRD Harus Buka Pansus PPPK, Jangan Bungkam di Tengah Sorotan Publik!

Sebarkan artikel ini
Eks Presma BEM UG: DPRD Harus Buka Pansus PPPK, Jangan Bungkam di Tengah Sorotan Publik!
Abdul Sarif | Presiden Bem Mahasiswa Universitas Gorontalo Tahun 2021-2022

Warta Politik, Gorontalo — Di tengah derasnya sorotan publik atas dugaan praktik percaloan dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Gorontalo Utara, sikap DPRD yang memilih diam justru menuai tanda tanya besar.

Abdul Syarif, mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gorontalo, menilai lembaga legislatif yang dipimpin kader Partai NasDem itu tampak enggan membuka ruang penyelidikan, padahal desakan publik makin menguat.

“Jangan sampai diamnya pimpinan dewan justru memperkuat kecurigaan bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutup-tutupi,” tegas Syarif.

Baca Juga :  Deprov Gorontalo Desak Percepatan Penanganan Banjir dan Jembatan Randangan ke Kementerian PUPR

Syarif menyoroti fakta bahwa Fraksi Partai Golkar telah secara resmi mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri dugaan keterlibatan calo dalam rekrutmen PPPK, namun hingga kini pimpinan DPRD belum juga merespons.

Lebih tajam lagi, Syarif menyindir Partai NasDem yang memimpin DPRD namun justru tampak pasif, sementara kadernya sendiri, Dheninda Chaerunnisa, menjadi aleg yang paling vokal mengangkat isu PPPK.

Baca Juga :  SMA Negeri 1 Limboto Butuh Perhatian, Pansus DPRD Janji Sampaikan ke Pemprov Warta

“Dheninda kader NasDem, pimpinan DPRD juga NasDem. Jika partai ini benar menjunjung nilai integritas, seharusnya mereka menjadi yang paling depan mendorong pansus, bukan malah bungkam,” ujarnya keras.

Menurut Syarif, publik berhak tahu apakah proses seleksi PPPK benar-benar berjalan bersih atau justru dikendalikan oleh tangan-tangan tak terlihat.

“Jangan sampai isu calo ini hanya jadi konsumsi wacana, sementara yang di atas justru bermain aman. Kalau DPRD serius menjaga marwah lembaga, buktikan dengan membuka pansus dan memanggil semua pihak terkait,” desaknya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Gorontalo Terima Audiensi Aliansi Pinogu Merdeka, Bahas Pembangunan Infrastruktur 2026

Ia menegaskan, keberanian DPRD membuka penyelidikan adalah satu-satunya cara menjaga kepercayaan rakyat terhadap lembaga tersebut.

“Diamnya DPRD sama saja menolak transparansi. Ini bukan soal siapa yang dikritik, tapi soal keberanian melawan praktik kotor yang mencederai keadilan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *