Kabupaten PohuwatoPolitik

Dalang PETI di Kecamatan Dengilo : Ketika Regulasi dan Penegak Hukum Diuji

×

Dalang PETI di Kecamatan Dengilo : Ketika Regulasi dan Penegak Hukum Diuji

Sebarkan artikel ini
Foto : Tempo
Ilustrasi (Foto :Tempo)

Warta Politik, Pohuwato – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, terus berlangsung tanpa hambatan. Ibarat mafia, aktivitas tambang emas ilegal ini dilakukan secara terang-terangan, bahkan di sekitar kompleks Polsubsektor Dengilo.

Banjir, kerusakan Infrastruktur transportasi hingga pencemaran lingkungan yang menjadi akibat dari aktivitas PETI tersebut. Keji dan serakah lah yang bisa di cap kepada dalang PETI di Kecamatan Dengilo.

Dalang di Balik PETI di Dengilo

Hasil investigasi mendalam oleh tim Wartapol.id mengungkapkan nama YR sebagai sosok yang diduga menjadi koordinator aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut.

Baca Juga :  PETI Popayato Dilindungi? KPMP Bongkar Dugaan Mafia Tambang Libatkan Oknum Pejabat dan Polisi

“YR yang menjadi koordinator di kecamatan ini, yang saya dapat infonya bahwa setiap alat exavator harus menyetor semacam biaya kontribusi sebesar 50 Juta per bulan,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan

Regulasi yang Tak Bertaji ?

Regulasi di Indonesia sebenarnya sudah tegas:

Pasal 158 UU Minerba : Ancaman pidana hingga 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 miliar bagi pelaku tambang tanpa izin.

Pasal 161 UU Minerba : Hukuman serupa bagi pihak yang membiayai atau memfasilitasi aktivitas ilegal.

UU No. 32 Tahun 2009: Ancaman pidana hingga 10 tahun penjara bagi pelaku yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Baca Juga :  Perjuangkan Jalan Rusak, Syarifudin Bano Sukses Dorong Anggaran Rp 11,5 Miliar

Namun, semua regulasi itu seakan – akan tidak berdaya jika di terapkan di Kabupaten Pohuwato.

Aparat Penegak Hukum Buta ?

Sebagai pemimpin penegakan hukum di wilayah ini, Kapolres Pohuwato memiliki tanggung jawab untuk memastikan hukum ditegakkan. Namun, aktivitas tambang ilegal di Dengilo seperti luput dari perhatian.

Lokasi tambang yang sudah memakan 2 korban meninggal dunia, hingga saat ini belum tersentuh oleh aparat kepolisian setempat.

Apalagi, Kapolres Pohuwato bungkam saat dimintai konfirmasi terkait dua berita yang di tayangkan di media wartapol.id yang berjudul : “Tambang Emas Ilegal Pohuwato : Antara Sembako dan Tangisan Rakyat” Serta “Aktivitas PETI di Pohuwato Semakin Masif : Kapolres Buta ? “.

Baca Juga :  Sitti Nurain Sompie Imbau Warga Gorontalo Waspada Potensi Bencana

Hal ini akan menimbulkan persepsi publik jika Kapolres Pohuwato melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Jika tambang emas ilegal di Kecamatan Dengilo tidak segera ditertibkan dan dalang utamanya tidak diseret ke meja hijau, maka masyarakat hanya akan terus menyaksikan rangkaian tragedi yang sama berulang kali.

Selama keadilan tidak ditegakkan, tambang emas ilegal akan tetap menjadi luka bagi Kecamtan Dengilo dan masyarakat kecil akan selalu menjadi korban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

AHY Titip Pesan Kebangkitan Demokrat, Herman Khaeron Minta Kader Gorontalo Perkuat Konsolidasi GORONTALO – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo diminta menjadi titik awal penguatan organisasi sekaligus kebangkitan partai menghadapi agenda politik mendatang. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, saat membuka Musda V yang digelar di Fox Hotel Gorontalo, Minggu (5/7/2026). Dalam sambutannya, Herman menyampaikan salam dan arahan dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurutnya, pesan yang disampaikan AHY menjadi suntikan semangat bagi seluruh kader agar terus bekerja membesarkan Partai Demokrat, khususnya di Provinsi Gorontalo. Herman mengatakan, seluruh jajaran partai harus menjadikan Musda sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Ia menegaskan, kebangkitan Demokrat tidak hanya diukur dari hasil pemilu, tetapi juga dari kemampuan kader memperjuangkan kepentingan masyarakat. Selain itu, Herman mengingatkan pentingnya memastikan struktur partai bekerja secara maksimal hingga ke tingkat paling bawah. Menurutnya, mesin partai yang solid dan berjalan sesuai dengan aturan organisasi akan menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan. “Partai Demokrat memiliki mesin yang efektif. Ada dua tujuan penting, pertama untuk seluruh rakyat Gorontalo dan kedua bagaimana mesin partai harus betul-betul berjalan sesuai AD/ART kita sampai tingkat anak ranting,” ujar Herman. Ia juga mengajak seluruh kader untuk tidak melupakan perjalanan panjang Partai Demokrat di Gorontalo. Menurutnya, partai berlambang mercy itu pernah mencatatkan berbagai prestasi politik, termasuk memiliki wakil di DPR RI dan meraih sejumlah kursi di DPRD kabupaten, kota, maupun provinsi. Karena itu, Herman optimistis kejayaan tersebut dapat diraih kembali apabila seluruh kader tetap menjaga kekompakan, memperkuat soliditas organisasi, dan terus hadir di tengah masyarakat. Musda V Partai Demokrat Provinsi Gorontalo turut dihadiri jajaran pengurus DPP, pengurus DPD, DPC se-Gorontalo, serta kader Partai Demokrat dari berbagai daerah. Forum tersebut juga menjadi agenda untuk menentukan arah kepemimpinan dan memperkuat strategi partai menghadapi dinamika politik yang akan datang.
Politik

Wartapol, Gorontalo – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat…