Wartapol, Bengkulu – Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (SOS) MPR RI ke-11 dilaksanakan di Panti Bintang Terampil, Kota Bengkulu, pada Jumat (13/12/2025). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kebangsaan yang dibangun melalui dialog terbuka bersama anak-anak panti asuhan.
Bertempat di Jl. Merapi 6B, Kelurahan Panorama, kegiatan berlangsung dari pukul 12.00 hingga 16.15 WIB dan diikuti oleh anak-anak panti, pengurus, serta masyarakat sekitar. Suasana kegiatan berlangsung sederhana namun interaktif, dengan anak-anak didorong untuk aktif menyampaikan pandangan dan pertanyaan.

Berbeda dari penyampaian satu arah, sosialisasi ini dikemas dalam bentuk percakapan ringan. Nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika diperkenalkan melalui contoh-contoh yang dekat dengan keseharian anak-anak, seperti hidup rukun, saling membantu, dan menghargai perbedaan.
Senator DPD RI asal Bengkulu, Elisa Ermasari, S.Mn, yang menyelenggarakan langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pendidikan kebangsaan perlu disampaikan dengan cara yang membangun rasa percaya diri anak-anak.

“Anak-anak perlu merasa dihargai dan didengar. Dari situ, nilai kebangsaan akan tumbuh secara alami,” ujarnya.
Ia menilai panti asuhan sebagai lingkungan penting dalam pembentukan karakter karena anak-anak belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan saling menguatkan sejak dini.

“Ketika anak-anak di panti asuhan tumbuh dengan nilai persatuan dan kemanusiaan, itu adalah investasi penting bagi masa depan bangsa,” tambahnya.
Sepanjang kegiatan, anak-anak terlihat antusias mengikuti diskusi. Beberapa di antaranya berani menyampaikan pendapat tentang arti kebersamaan dan harapan mereka ke depan. Pendekatan dialogis ini membuat suasana terasa lebih dekat dan tidak menggurui.
Pihak pengurus Panti Bintang Terampil menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurut mereka, kehadiran langsung wakil daerah memberi dampak positif bagi anak-anak.
“Anak-anak merasa diperhatikan dan diberi ruang untuk berbicara. Ini sangat membantu membangun kepercayaan diri mereka,” ujar salah satu pengurus.
Salah satu anak panti juga mengungkapkan kesannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami jadi lebih paham tentang kebersamaan dan saling menghormati. Cara penyampaiannya enak dan tidak membosankan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Senator Elisa Ermasari kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan kebangsaan yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak, khususnya di lingkungan pengasuhan sosial, dengan pendekatan yang sederhana, dialogis, dan membumi.













