Nasional

Seorang Pembunuh Tidak Pantas Menjadi Pahlawan, LMND Gorontalo Gelar Aksi Penolakan Soeharto Sebagai Pahlawan

×

Seorang Pembunuh Tidak Pantas Menjadi Pahlawan, LMND Gorontalo Gelar Aksi Penolakan Soeharto Sebagai Pahlawan

Sebarkan artikel ini

Warta Politik, Gorontalo — Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Wilayah Gorontalo menggelar aksi demonstrasi menolak wacana penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Aksi tersebut berlangsung di dua titik, yakni Bundaran Saronde dan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, pada [Jumat, 07/11/2025].

Dalam aksi tersebut, massa LMND Gorontalo mendesak Gubernur Gorontalo dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Deprov) Gorontalo untuk secara tegas menyatakan sikap penolakan terhadap usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto.

Ketua Wilayah LMND Gorontalo, Arya Hanapi, menegaskan bahwa Soeharto tidak layak dinobatkan sebagai pahlawan nasional karena memiliki rekam jejak kelam selama 32 tahun masa pemerintahannya.

Baca Juga :  GMNI Soroti Kasus Siswa Gantung Diri di NTT, Minta Presiden Buka Dialog dengan Organisasi Mahasiswa

“Seorang pembunuh tidak pantas dijadikan pahlawan nasional. Menjadikan Soeharto sebagai pahlawan sama saja meludahi perjuangan rakyat 1998 dan menodai air mata ibu-ibu korban kekerasan di zaman Soeharto,” tegas Arya Hanapi dalam orasinya.

LMND Gorontalo menilai, selama kekuasaan Soeharto, berbagai pelanggaran hak asasi manusia dan praktik korupsi terjadi secara sistematis, mulai dari pembantaian massal 1965–1966, Tragedi Tanjung Priok, kasus Trisakti, hingga kerusuhan Mei 1998 yang berujung pada lengsernya Soeharto dari jabatan presiden.
Selain itu, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merajalela di era Orde Baru juga telah meninggalkan luka panjang bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Tercatat Masifnya Tindakan Represif TNI yang Menindas Sipil, GMNI Desak TNI Kembali ke Barak & Revisi UU TNI

Lebih lanjut, LMND Gorontalo juga menuntut agar Pemerintah Provinsi Gorontalo memperjuangkan tokoh lokal H.B. Jassin untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional.

“Tokoh seperti H.B. Jassin jauh lebih layak diberi gelar pahlawan nasional. Ia merupakan sosok intelektual dan budayawan yang telah berkontribusi besar bagi perkembangan sastra Indonesia dan membawa nama baik Gorontalo di tingkat nasional,” ujar Arya Hanapi.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama DPC PDI Perjuangan Kota Ambon, Perkuat Silaturahmi dan Toleransi di Bulan Ramadhan

LMND berharap Pemerintah Provinsi dan masyarakat Gorontalo dapat bersama-sama menolak glorifikasi terhadap tokoh-tokoh yang memiliki catatan pelanggaran kemanusiaan, serta mendorong pengakuan terhadap figur-figur daerah yang benar-benar berjasa bagi bangsa dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *