Warta Politik, Gorontalo — Aktivis lingkungan Zasmin Dalanggo akhirnya angkat bicara terkait tuduhan pemerasan terhadap penambang yang ramai beredar di media sosial beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataannya, Zasmin dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya terencana untuk mengalihkan perhatian publik dari isu tambang ilegal yang saat ini tengah menjadi sorotan tajam di Gorontalo.
“Isu pemerasan itu fitnah yang dibuat dengan sangat rapi. Ini bukan tuduhan spontan, tapi jelas ada agenda di baliknya agenda untuk membungkam dan mengalihkan isu utama tentang praktik tambang ilegal yang kami ungkap,” tegas Zasmin Dalanggo saat dihubungi pihak media Wartapol.id, Sabtu (9/11/2025).
Menurut Zasmin, sejak dirinya mulai menyoroti aktivitas tambang yang diduga beroperasi tanpa izin resmi dan merusak kawasan lingkungan hidup, berbagai tekanan dan teror mulai datang dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terusik.
Isu pemerasan yang mendadak mencuat, kata dia, hanyalah salah satu bentuk serangan balik dari kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari kerusakan alam.
“Ketika suara rakyat mulai keras, mereka menciptakan fitnah. Ini strategi lama: pukul balik aktivis, lempar isu murahan agar publik lupa pada masalah utama. Tapi saya tegaskan, saya tidak akan diam,” ujarnya dengan nada tegas.
Zasmin menyebut, tuduhan tersebut sengaja digoreng di berbagai platform digital agar seolah-olah dirinya memiliki motif pribadi dalam perjuangannya menentang tambang ilegal. Padahal, selama ini ia dikenal sebagai aktivis yang konsisten memperjuangkan keadilan lingkungan dan menentang eksploitasi sumber daya tanpa izin.
“Saya tidak pernah berkomunikasi dengan pihak mana pun seperti yang dituduhkan. Saya tidak punya kepentingan pribadi. Yang kami perjuangkan adalah keadilan lingkungan dan hak hidup masyarakat di sekitar area tambang yang kini rusak parah akibat keserakahan segelintir orang,” ujar Zasmin.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa dirinya bersama sejumlah aktivis lain akan terus menelusuri setiap dugaan pelanggaran di sektor pertambangan, termasuk jika di dalamnya terdapat keterlibatan oknum aparat atau pejabat yang melindungi aktivitas ilegal tersebut.
“Tidak ada yang kebal hukum. Jika nanti dalam penelusuran kami ditemukan indikasi keterlibatan aparat atau pihak berwenang, semuanya akan kami ungkap. Tidak boleh ada yang bermain di balik penderitaan rakyat dan kerusakan alam,” tegasnya lagi.
Meski menerima ancaman dan serangan fitnah yang semakin intens, Zasmin menegaskan dirinya sama sekali tidak gentar. Ia menilai bahwa fitnah ini justru menjadi bukti bahwa perjuangan mereka telah menyentuh titik yang paling sensitif bagi para pelaku tambang ilegal dan jaringan yang melindunginya.
“Saya tidak takut. Fitnah dan ancaman justru memperjelas siapa yang sedang panik. Kami akan terus membuka fakta dan menelusuri semua jalur sampai akar masalahnya terungkap,” ujarnya.
Zasmin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada isu-isu yang beredar tanpa dasar dan tanpa bukti. Ia menegaskan bahwa gerakan lingkungan bukan untuk mencari popularitas atau keuntungan, melainkan untuk memastikan masa depan bumi dan rakyat Gorontalo tetap aman dari eksploitasi yang merusak.
“Kalau mereka pikir saya akan berhenti karena difitnah, mereka keliru besar. Kebenaran tidak bisa dikubur dengan kebohongan. Saya akan terus bicara, terus melawan, dan terus mengungkap siapa pun yang bermain di balik tambang ilegal itu,” tutup Zasmin.













