Warta Politik, Kota Gorontalo – Konflik internal antara Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Gorontalo dan Asosiasi Futsal Kota (Afkot) Gorontalo terus memanas.
Puncaknya, Sabtu (31/5), Ketua Afkot Gorontalo, Yusran Doda, secara resmi mendatangi Polresta Gorontalo Kota untuk meminta pembatalan pelaksanaan final Liga Nusantara (Linus) yang dijadwalkan berlangsung malam ini.
Kedatangan Yusran ke Polresta Gorontalo Kota bukan tanpa alasan. Ia mengungkapkan, langkah tersebut diambil demi menjaga kondusivitas wilayah dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, menyusul ketegangan antara Afkot dan AFP.
“Teman-teman pengurus Afkot sebenarnya sudah ingin mengambil tindakan sendiri untuk menghentikan final ini. Tapi saya tekankan bahwa sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus tempuh mekanisme yang benar. Karena itu, kami mendatangi pihak kepolisian sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan izin dan menjamin keamanan kegiatan,” ujar Yusran.

Menurutnya, permintaan pembatalan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral Afkot sebagai organisasi yang menaungi futsal di tingkat kota. Ia menilai, pelaksanaan final tanpa koordinasi dan izin resmi dari Afkot merupakan bentuk pelanggaran prosedural dan berpotensi menimbulkan konflik di lapangan.
“Kami tidak ingin terjadi gesekan di lapangan. Ini bukan soal ingin menghambat kegiatan olahraga, tapi soal menghargai prosedur dan menjaga stabilitas keamanan. Apalagi kami sebagai tuan rumah sama sekali tidak dilibatkan,” tegas Yusran.
Lebih lanjut, Afkot menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengambil keputusan terbaik, namun berharap agar final Liga Nusantara yang direncanakan malam ini bisa dibatalkan demi kebaikan bersama.
“Kami percaya pihak Polresta Gorontalo Kota akan mempertimbangkan permintaan ini secara bijak. Karena keselamatan dan keamanan adalah yang utama,” tutupnya.












