Warta Politik , Legislatif – Permasalahan sampah kembali menjadi keluhan utama warga dalam kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun 2024–2025 yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Golkar, Fikram Salilama, di Jalan Ampi, Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Senin (30/6/2025).
Salah satu titik yang disorot adalah lokasi penumpukan sampah di sekitar jembatan lingkungan setempat.
Kondisi tersebut dinilai sudah berlangsung lama dan belum mendapat penanganan optimal dari pemerintah.
“Permasalahan sampah yang menumpuk di jembatan sebelah sini juga menjadi problem serius di Kota Gorontalo,” kata Fikram Salilama dalam wawancara usai kegiatan.
Fikram mengungkapkan, persoalan ini bukan hanya dikeluhkan masyarakat, tapi juga sudah menjadi perhatian Wali Kota Gorontalo.
Ia menyebut volume sampah di Kota Gorontalo merupakan yang terbesar di Provinsi Gorontalo.
“Pak Wali Kota sendiri sudah menyampaikan pada kami, bahwa sampah dari Kota Gorontalo ini paling besar di provinsi. Kurang lebih 80 ton per hari sampah dari Kota Gorontalo masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” ujarnya.
Menurutnya, penanganan sampah memerlukan kolaborasi antara pemerintah kota, provinsi, dan juga peran serta masyarakat.
Fikram berkomitmen untuk menjadikan isu pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas yang akan ia sampaikan dalam laporan resesnya ke DPRD Provinsi.
“Kami akan dorong ini menjadi bagian dari kebijakan bersama. Kota ini tidak boleh tenggelam oleh sampah,” tegasnya.
















