Wartapol, Gorontalo – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian RI untuk membahas dukungan terhadap sarana produksi pertanian, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas komoditas jagung, Kamis (18/12/2025).
Sekretaris Komisi II, Erwinsyah Ismail, menyampaikan bahwa bantuan benih jagung yang telah disalurkan selama ini sangat membantu petani dalam memperluas areal tanam dan mendorong produksi. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa peningkatan ketersediaan pupuk subsidi perlu disinkronkan dengan peningkatan jumlah benih agar hasil yang diharapkan bisa tercapai secara optimal.
Menurut Erwinsyah, masalah klasik yang kerap muncul di lapangan adalah ketidakseimbangan antara benih yang diterima petani dan kuota pupuk subsidi yang tersedia. Meski ada kebijakan penurunan harga pupuk rata-rata 20 persen per 22 Oktober 2025, tetap diperlukan kepastian alokasi pupuk untuk mendukung produksi jagung, terutama pada periode 2026.
“Ketika produksi ingin kita tingkatkan melalui penambahan benih, maka harus diikuti dengan kepastian pupuk subsidi, baik dari sisi kuota maupun kualitas. Pertanyaan yang muncul di lapangan adalah bagaimana kepastian pupuk subsidi pada periode 2026, terutama untuk benih jagung yang jumlahnya cukup besar,” ujar Erwinsyah.

Selain isu benih dan pupuk, Komisi II juga menyampaikan aspirasi terkait dukungan alat dan mesin pertanian modern, termasuk kebutuhan akan drone pertanian yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan. Dalam pertemuan itu, pihak Kementerian Pertanian menyatakan bahwa pengadaan drone sudah dianggarkan, meskipun jumlahnya saat ini masih terbatas dan terus diupayakan penambahannya pada tahun-tahun mendatang.
Kunjungan kerja ini dihadiri oleh pejabat fungsional perencanaan serta perwakilan humas dari instansi terkait. Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo berharap melalui pertemuan ini terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di Gorontalo.














