Warta Politik, Kota Gorontalo – Konflik internal di tubuh Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Gorontalo kian memanas. Setelah sebelumnya Asosiasi Futsal Kota (Afkot) Gorontalo melayangkan protes keras atas tidak dilibatkannya mereka dalam pelaksanaan Liga Nusantara (Linus), kini Afkot mempertanyakan dasar penilaian AFP terkait status keaktifan mereka.
“AFP menilai kami tidak aktif, tapi berdasarkan apa? Kami punya AD/ART sendiri. Dalam struktur organisasi kami, setiap pelaksanaan turnamen tidak harus melapor ke AFP, karena itu adalah ranah kegiatan di tingkat kota,” tegas Ketua Afkot Gorontalo, Yusran Doda, Jumat (30/5).
Yusran menegaskan bahwa pengurus Afkot memiliki Surat Keputusan (SK) resmi dan legal. Sehingga, meski AFP menganggap pihaknya tidak aktif, hal itu tidak bisa dijadikan dasar untuk menafikan keberadaan dan hak-hak organisasi kota, terlebih dalam event besar seperti Liga Nusantara yang dilaksanakan di wilayah mereka.
“Setidaknya, AFP tahu caranya menghargai pengurus yang ada di kota. Mau kami aktif atau tidak, koordinasi itu wajib, apalagi kami tuan rumah,” lanjutnya.

Ia bahkan mempertanyakan kapasitas Ketua AFP saat ini yang menurutnya tidak memahami tata kelola organisasi dengan baik.
“Kalau sudah begini modelnya, kami ragu Ketua AFP paham cara kerja organisasi. Jangan sampai ini justru menunjukkan ketidaktahuan beliau soal aturan main,” sindir Yusran.
Merasa dilecehkan dan diabaikan secara struktural, Afkot Gorontalo kini mengancam akan mengambil langkah hukum untuk menghentikan pelaksanaan Linus di Kota Gorontalo.
“Kami serius. Kami akan mendatangi Polresta Gorontalo Kota untuk meminta agar turnamen tersebut dihentikan. Karena yang berwenang memberikan surat rekomendasi sebagai dasar izin kegiatan futsal di wilayah Kota Gorontalo adalah kami, Asosiasi Futsal Kota,” tutup Yusran.












