Warta Politik, Gorontalo – Sebuah video yang memperlihatkan perdebatan sengit antara Kapolres Boalemo dan seorang pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI) viral di media sosial.
Pelaku terlihat berani mengeluarkan pernyataan bernada ancaman, membuat publik terkejut dengan keberaniannya menantang aparat secara terang-terangan.

Aksi ini langsung menuai reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dari aktivis Gorontalo, Dandi Sadu. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap wibawa aparat penegak hukum.
“Saya khawatir bahwa kejadian seperti ini dapat merusak citra APH di mata masyarakat, terutama di Gorontalo yang tengah menghadapi berbagai gempuran pemberantasan PETI,” Rabu (4/5/2025).

Menurut Dandi, bahasa kasar yang dilontarkan pelaku dan tuduhan terhadap ketidakmampuan Kapolres merupakan bagian dari propaganda untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap APH.
“Dalam mendukung Kapolres Boalemo dan menegakan Marwah APH, oknum pelaku PETI di Boalemo wajib ditangkap tanpa terkecuali,” tegas Dandi.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga integritas aparat dalam upaya menumpas praktik PETI, agar tidak ada lagi ruang bagi aktivitas ilegal yang mengancam stabilitas daerah.









