Wartapol, Jakarta — Ketua Umum DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Sujahri Somar, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas nasional dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun GMNI.
Dalam pidatonya, Sujahri Somar secara terbuka menyinggung tokoh nasional Jusuf Kalla agar tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa peran elite sangat menentukan dalam menjaga suasana kondusif di tengah dinamika politik.
“Jangan membuat gaduh stabilitas bangsa. Rakyat membutuhkan ketenangan dan kepastian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya di hadapan kader dan peserta acara.
Sujahri juga menekankan bahwa perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar, namun harus disampaikan dengan cara yang bijak dan tidak memperuncing konflik sosial. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para tokoh publik, untuk mengedepankan persatuan di atas kepentingan kelompok.

Ia menambahkan bahwa pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh bangsa. Peristiwa konflik di Maluku dan Poso menjadi fakta bahwa isu agama masih menjadi isu sensitif di tengah masyarakat, sehingga perlu disikapi dengan kehati-hatian dan tanggung jawab.
Peringatan HUT GMNI tersebut turut diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk diskusi kebangsaan yang menyoroti peran generasi muda dalam menjaga keutuhan dan stabilitas negara.
Pernyataan Sujahri Somar itu pun memicu beragam tanggapan dari peserta, mencerminkan dinamika demokrasi sekaligus pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan stabilitas nasional.








