Kabupaten Bone Bolango

Mahasiswa KKN UNG Lakukan Pemetaan Geologi untuk Perkuat Rencana Pembangunan Desa Mamungaa Timur

×

Mahasiswa KKN UNG Lakukan Pemetaan Geologi untuk Perkuat Rencana Pembangunan Desa Mamungaa Timur

Sebarkan artikel ini

Warta Politik, Bone Bolango – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MBKM Terintegrasi dari Program Studi Teknik Geologi FMIPA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan pemetaan wilayah di Desa Mamungaa Timur, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, pada Senin (14/04).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program utama yang ditujukan untuk mendukung perencanaan tata ruang dan pembangunan desa berbasis data geologi.

Baca Juga :  TNI Manunggal Sediakan Air Bersih untuk 1.445 Warga Bonbol

Proses pemetaan dilakukan menyeluruh dengan metode observasi langsung, pengambilan titik koordinat menggunakan perangkat GPS, serta pencatatan kondisi fisik permukaan dan potensi geologi lokal.

Mahasiswa Teknik Geologi tersebut memanfaatkan keahlian dalam menganalisis kontur tanah, morfologi, dan struktur batuan guna menyusun peta awal wilayah desa.

Data ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam proses pembangunan yang berkelanjutan dan aman terhadap risiko bencana.

Baca Juga :  Solidaritas atau Investasi ? RSB Diduga Biayai Gerakan Lawan PT GM

“Kegiatan ini kami rancang untuk mendokumentasikan potensi dan karakteristik geologi di Desa Mamungaa Timur, seperti jenis batuan, struktur geologi, hingga bentuk lahannya,” ujar Ketua Kelompok KKN, I Gede Wahyu

Ia menambahkan, “Kami berharap hasil ini dapat membantu masyarakat serta pemerintah desa dalam memahami pentingnya data geologi, khususnya untuk mitigasi bencana dan pengelolaan ruang yang lebih tepat.”

Baca Juga :  Merlan Uloli Sebut Dikhianati di Kampung Halaman Sendiri Usai Kalah di Pilbup Bone Bolango

Selain survei di lapangan, mahasiswa juga menyusun sketsa pemetaan awal yang nantinya akan dikembangkan menjadi peta digital.

Peta ini dijadwalkan akan diserahkan kepada pemerintah desa sebagai dokumen pendukung hasil KKN.

Program ini mendapat sambutan positif dari pemerintah dan warga setempat. Kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan lokal menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam pembangunan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *