Warta Politik, Internasional – Seorang juru kamera Al Jazeera, Ahmed al-Louh, menjadi korban tewas dalam serangan udara terbaru militer Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah, Minggu (15/12). Serangan ini juga merenggut nyawa tiga anggota badan penyelamat Gaza.
“Juru kamera Al Jazeera Ahmed al-Louh tewas hari ini, Minggu, dalam pemboman Israel,” tulis laporan Al Jazeera yang dirilis oleh AFP, Senin (16/12/2024).

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, mengonfirmasi bahwa serangan pesawat tempur Israel menargetkan lokasi pertahanan sipil di kamp tersebut. Ia menyebut insiden itu menghancurkan situs penting dan memakan korban jiwa.
Ahmed al-Louh merupakan jurnalis Al Jazeera kelima yang tewas sejak perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023.

Sebelum ini, kantor Al Jazeera di Tepi Barat juga sempat digerebek pasukan Israel pada bulan September, dengan tuduhan bahwa biro mereka digunakan untuk mendukung kegiatan terorisme. Tuduhan tersebut dibantah tegas oleh Al Jazeera.
Organisasi global itu menyebut serangan terhadap jurnalis mereka sebagai “tindakan kriminal” dan ancaman serius terhadap kebebasan pers.

Hingga saat ini, Komite Perlindungan Jurnalis mencatat bahwa sejak awal konflik, setidaknya 137 jurnalis dan pekerja media telah kehilangan nyawa di Gaza, Tepi Barat, Israel, dan Lebanon.













