Warta Politik, Kabgor – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Limboto Barat kembali menyebabkan banjir meluas. Kejadian ini memicu kritik dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terhadap lemahnya sistem pengendalian banjir di daerah tersebut.
Ketua KNPI Limboto Barat, Herman Abdullah, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang terus berulang dalam sebulan terakhir.

Ia menuding proyek tanggul di wilayah hulu yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) II Gorontalo sebagai penyebab utama banjir yang kembali terjadi.
“Ini bencana yang berulang. Jangan tunggu jatuh korban dulu baru bergerak. Harus segera ada solusi dari masalah dan solusi jangka panjang,” tegasnya, Jumat (11/7/2025).

Banjir yang terjadi baru-baru ini merendam ratusan rumah warga serta sejumlah fasilitas pelayanan publik, termasuk Puskesmas setempat.
Warga yang terdampak terpaksa membersihkan rumah mereka secara mandiri, bahkan sebagian harus mengungsi sementara.

KNPI menilai, banjir ini menunjukkan bahwa persoalan utama berada di bagian hulu sungai, yang hingga kini belum memiliki sistem penahan air yang layak.
Tanggul yang dibangun oleh BWS II dinilai gagal mencegah luapan air saat curah hujan tinggi.
Selain menuntut pertanggungjawaban atas proyek tanggul tersebut, KNPI juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan infrastruktur yang dianggap tidak menyentuh persoalan utama masyarakat.
“Jangan hanya fokus di kota. Limboto Barat juga bagian dari Kabupaten Gorontalo yang harus diperhatikan,” ujarnya lagi.
KNPI mendesak pemerintah daerah untuk tidak menunda langkah strategis, termasuk melakukan realokasi anggaran pembangunan demi memperbaiki sistem aliran air dan memperkuat tanggul pengaman.
Mereka berharap tidak ada lagi pembangunan yang terkesan seremonial, sementara kebutuhan masyarakat di wilayah rawan banjir seperti Limboto Barat justru diabaikan.











