Kabupaten Boalemo

Kapolres Boalemo Klarifikasi Video Viral, Tegaskan Tidak Ada Kekerasan atau Setoran

×

Kapolres Boalemo Klarifikasi Video Viral, Tegaskan Tidak Ada Kekerasan atau Setoran

Sebarkan artikel ini
Kapolres Boalemo Klarifikasi Video Viral, Tegaskan Tidak Ada Kekerasan atau Setoran
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro bersama Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi (Foto : Ist )

Warta Politik, Boalemo – Kapolres Boalemo, AKBP Sigit Rahayudi, angkat bicara terkait video yang memperlihatkan dirinya tengah berdebat dengan seorang penambang bernama Yosi Marten Basaur.

Klarifikasi ini diberikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya, Sigit menjelaskan bahwa pertemuan dengan Marten terjadi pada Rabu (3/6/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.

Saat itu, Marten datang ke Polres Boalemo bersama tiga orang, salah satunya Bripka HS. Kedatangan mereka berkaitan dengan kegiatan razia tambang ilegal yang telah diperintahkan Sigit sebelumnya.

Razia tersebut dilakukan di wilayah Desa Sari, Kecamatan Paguyaman, menyusul laporan aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat ekskavator dan menyebabkan kerusakan alur sungai.

Baca Juga :  Tidak Ada Cirita! Tangkap Semua Oknum Pelaku PETI di Boalemo

Sigit menyebut, langkah pertama yang diambil adalah upaya preventif berupa imbauan dan pelarangan, bukan penindakan langsung.

Setelah menerima laporan bahwa Marten menolak imbauan, tim dari Satreskrim dikerahkan ke lokasi. Namun, Marten tak ditemukan di lapangan.I

a kemudian melakukan panggilan video dengan anak buahnya, yang menyebabkan perdebatan terkait legalitas operasi.

“Saya berbicara dengan nada tinggi kepada Marten karena dia menyebut nama pejabat Polda yang tidak benar. Itu hoaks. Saya hanya menegaskan kepada dia agar tidak mengancam anggota saya dan tidak membawa-bawa nama institusi,” jelas Sigit.

Terkait tuduhan bahwa dirinya melakukan kekerasan fisik, AKBP Sigit membantah keras. Ia menyatakan bahwa tidak ada penendangan seperti yang dituduhkan.

Baca Juga :  Ketua Karang Taruna Bone Bolango Apresiasi Implementasi Aplikasi Kebencanaan oleh Mahasiswa KKN MBKM

Saat itu, ia hanya menginjak bagian kayu di dekat kursi karena emosi, tanpa niat melukai.

“Semuanya terekam dalam video yang ada di Propam. Saya hanya meninggikan suara, tidak ada kata kasar ataupun ancaman,” ujarnya.

Sigit juga menyatakan telah meminta maaf secara pribadi kepada istri Marten, Ibu Linda, atas pelayanan yang mungkin dirasa kurang berkenan.

Ia menegaskan komitmennya untuk menjalani proses evaluasi secara profesional.

Sementara itu, tuduhan adanya “setoran” sebesar Rp30 juta per alat tambang juga dibantah. Sigit menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada pembicaraan atau laporan soal setoran tersebut dalam forum mediasi atau komunikasi dengan pihak Marten.

Baca Juga :  Pilkada Boalemo 2024: PAHAM Jadi Jawara

“Kalau memang ada setoran, silakan dibuktikan. Setor ke siapa? Saya pastikan, saya tidak pernah menerima satu rupiah pun dari Marten,” tegasnya.

AKBP Sigit juga menyampaikan bahwa penertiban tambang ilegal dilakukan secara bertahap karena sifat aktivitas tambang yang dinamis. Ia memastikan bahwa penertiban dilakukan di berbagai lokasi.

“Langkah kami selalu dimulai dari imbauan, bukan langsung penindakan. Penertiban dilakukan secara menyeluruh, bukan tebang pilih,” katanya.

Hingga saat ini, Sigit berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang jernih kepada publik dan menepis narasi yang menyesatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *