EkonomiNasional

Harga Emas Diprediksi Tembus USD 3.500 Imbas Serangan AS ke Iran

×

Harga Emas Diprediksi Tembus USD 3.500 Imbas Serangan AS ke Iran

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Diprediksi Tembus USD 3.500 Imbas Serangan AS ke Iran
Ilustrasi. Foto: Freepik.

Warta Politik, Nasional – Lonjakan harga emas global diprediksi akan mencapai titik tertinggi baru menyusul eskalasi ketegangan di Timur Tengah, khususnya setelah serangan militer Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Sabtu malam, 21 Juni 2025.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan potensi kenaikan harga emas bisa menembus USD 3.500 per troy ounce jika situasi konflik terus memanas, terlebih jika mantan Presiden AS Donald Trump benar-benar kembali berkuasa.

“Kalau Donald Trump benar-benar kembali akan menyerang Iran, kemungkinan besar harga emas dunia akan kembali naik ke 3.450 dolar AS per troy ounce bahkan bisa mencapai level 3.500,”ujar Ibrahim dikutip Tribunnews, Minggu (22/6/2025).

Baca Juga :  Diam-Diam Menumbuhkan Bisnis Dengan "Shadow Growth"

Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan akan mengalami tekanan, namun Ibrahim memproyeksikan depresiasi tersebut tidak akan terlalu tajam. “Kemungkinan besar hanya 100 poin, sebutnya.

Namun bukan hanya emas dan rupiah yang terdampak. Ibrahim menyoroti risiko besar yang dapat muncul dari kemungkinan Iran memblokade Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak dunia yang menyumbang sekitar 22 persen pasokan global.

“Jika Selat Hormuz diblokade, harga minyak dunia pasti akan naik. Dan ini tentu berdampak langsung terhadap harga BBM di Indonesia,” katanya.

Kenaikan harga minyak dinilai bisa menjadi beban tambahan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak mentah per hari.

Baca Juga :  KAI Daop 8 Surabaya Apresiasi dan Dukung Kejari Surabaya dalam Penetapan Tersangka Penyalahgunaan Aset Negara di Pacarkeling

Kenaikan harga ditambah dengan pelemahan rupiah bisa menyebabkan tekanan berat bagi anggaran negara.

“APBN kita bisa membengkak. Ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah,” tegas Ibrahim.

Ia menyarankan agar pemerintah mulai mengambil langkah strategis dengan mengembangkan energi alternatif.

Baca Juga :  Peluang Usaha Akhir Tahun yang Sederhana dan Relevan

“Kita punya CPO yang cukup banyak. Sudah saatnya beralih ke biopool. Kita belum tahu sampai kapan perang ini akan berlangsung,”ujarnya.

Lebih jauh, keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam konflik antara Iran dan Israel dikhawatirkan memicu eskalasi lebih luas.

Ada kekhawatiran negara-negara besar seperti Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara turut terseret dalam pusaran konflik yang bisa memperparah ketidakstabilan global.

Ibrahim mengingatkan agar pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam menyusun kebijakan ekonomi yang responsif terhadap dinamika geopolitik internasional agar tidak terlambat mengantisipasi dampak buruknya terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *