Ekonomi

DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

×

DARI PANGGUNG MODEL KE LAYAR LEBAR: TASYA, REMAJA TULI BERPRESTASI YANG MENEMBUS DUNIA PERFILMAN

Sebarkan artikel ini

30 Oktober 2026 — Tasya, remaja tuli asal Bali, membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berprestasi dan berkarya. Memulai modeling sejak kelas 3 sekolah dasar, ia meraih sejumlah penghargaan, antara lain TOP Model Indonesia 2022 dengan Piala Bergilir RI, TOP Model Peragawati Provinsi Bali, Miss Preteen Jakarta, dan Best Modeling Cilik.

Tasya juga pernah mengikuti fashion runway di Thailand dan tampil dalam ASEAN Fashion Festival di Lippo Mall Jakarta pada 20 September 2026. Kini, ia memperluas kiprahnya ke dunia perfilman melalui film drama inklusif Terangku Dalam Gelapku.

Film garapan Mimi Jegon ini mengangkat kisah persahabatan lima anak penyandang disabilitas. Melalui perjalanan dan interaksi para tokohnya, film ini menyampaikan pesan tentang persahabatan, keberagaman, penerimaan, perjuangan, serta pentingnya kesetaraan kesempatan. Cerita tersebut mengajak masyarakat melihat anak-anak disabilitas bukan dari keterbatasannya, melainkan dari potensi, harapan, dan kemampuan yang mereka miliki.

Baca Juga :  Permudah Mobilitas Masyarakat Selama Nataru, KAI Daop 4 Berikan Diskon 30% pada 24 KA Ekonomi Komersial

Mimi Jegon, yang sebelumnya telah menghasilkan delapan film horor, kini menghadirkan pendekatan berbeda melalui drama sosial dan kemanusiaan. Ia berharap Terangku Dalam Gelapku dapat dipersiapkan untuk penayangan pada 3 Desember 2026, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional. Film ini diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi para talenta disabilitas sekaligus membuka perspektif baru tentang representasi mereka dalam perfilman.

Baca Juga :  Jaga Kualitas Layanan Jalan Tol, PT JMTM Gelar Rekonstruksi Perkerasan di Sejumlah Titik Ruas Tol Cawang–Tomang–Pluit dan Jakarta–Tangerang

Keterlibatan Tasya juga menjadi momentum untuk mendorong pengembangan ekosistem perfilman Bali. Selain dikenal sebagai destinasi pariwisata dan pusat seni budaya, Bali memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat produksi film nasional.
Bali memiliki cerita. Talenta memiliki kemampuan. Industri harus membuka kesempatan. ( red)

Baca Juga :  Animo Masyarakat Tinggi, LRT Sumsel Catat 49.295 Penumpang pada Libur Isra Mikraj

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *