Ekonomi

Digital Twin Konstruksi dengan Drone: Cara Membuat Model 3D Proyek dan Membandingkannya dengan BIM

×

Digital Twin Konstruksi dengan Drone: Cara Membuat Model 3D Proyek dan Membandingkannya dengan BIM

Sebarkan artikel ini

Digital twin konstruksi adalah salinan digital tiga dimensi dari sebuah proyek yang diperbarui dengan data drone terbaru. Dengan DJI Matrice 400 dan DJI Zenmuse L3 yang merekam hingga 2 juta titik per detik, kondisi nyata di lapangan dapat dibandingkan langsung dengan desain dalam satu model yang terukur.

Laporan kemajuan proyek konstruksi sering hanya berupa foto dan tabel persentase. Pemilik proyek sulit memastikan apakah bangunan benar-benar terbangun sesuai gambar kerja, dan selisih kecil baru ketahuan saat perbaikannya sudah mahal. Digital twin konstruksi menutup celah itu dengan model tiga dimensi yang mengikuti kondisi nyata proyek.

Digital twin berbeda dari BIM (Building Information Modeling). BIM adalah model rencana yang menunjukkan bagaimana bangunan seharusnya dibangun. Digital twin adalah model kenyataan yang menunjukkan bagaimana bangunan benar-benar terbangun. Keduanya dibandingkan dalam satu tampilan, sehingga selisih antara desain dan hasil di lapangan terlihat jelas dan terukur.

Baca Juga :  PT Krakatau Jasa Industri Optimis Lanjutkan Komitmen Transformasi melalui Laba Bersih

Pembuatannya berjalan dalam tiga langkah. Pertama, drone merekam lokasi dari udara: DJI Matrice 400 dengan DJI Zenmuse P1 untuk photogrammetry (pemetaan dari ribuan foto), atau dengan DJI Zenmuse L3 untuk pemindaian LiDAR (sensor laser) yang merekam hingga 2 juta titik per detik. Kedua, DJI Terra mengolah data menjadi point cloud dan model tiga dimensi, lalu Terrasolid dipakai untuk klasifikasi dan analisis point cloud LiDAR yang lebih mendalam. Ketiga, pindaian diulang setiap periode. DJI Dock 3 dengan DJI Matrice 4D dapat terbang otomatis sesuai jadwal tanpa pilot di lokasi.

Hasilnya dibuka melalui Nira, platform yang menampilkan model 3D skala besar langsung di browser untuk peninjauan dan anotasi tanpa software atau hardware khusus. Tim proyek memakai model yang sama untuk memantau kemajuan, membandingkan hasil bangun dengan desain, menghitung volume galian dan timbunan, serta berkolaborasi antara kontraktor, konsultan, dan pemilik proyek.

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-80 KAI, Divre III Palembang Hadirkan Pameran Foto dan Mini Expo di Stasiun Kertapati

Selengkapnya: https://halorobotics.com/digital-twin-konstruksi-drone/

Konsultasi kebutuhan digital twin dan pemetaan proyek konstruksi tersedia melalui halorobotics.com, WhatsApp wa.me/6281119090099, atau email sales@halorobotics.com.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Baca Juga :  Sambut Era Conscious Parenting, Strategi Hypefast Menjawab Kebutuhan Orang Tua Zaman Sekarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *