Ekonomi

Proyek Bangunan Makin Kompleks, Roda Bangun Mandiri Dorong Pendekatan Terintegrasi

×

Proyek Bangunan Makin Kompleks, Roda Bangun Mandiri Dorong Pendekatan Terintegrasi

Sebarkan artikel ini

Meningkatnya tuntutan terhadap keamanan, akses, keselamatan, dan efisiensi operasional membuat kebutuhan pada proyek bangunan modern semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perubahan dalam proses perencanaan, termasuk cara berbagai komponen bangunan dipilih dan diintegrasikan sejak awal proyek.

Pendekatan yang hanya berfokus pada pemilihan produk secara terpisah berpotensi membuat kebutuhan antar-komponen tidak sepenuhnya terhubung. Karena itu, perencanaan perlu mempertimbangkan bagaimana setiap sistem bekerja sebagai bagian dari keseluruhan bangunan, bukan hanya berdasarkan spesifikasi masing-masing produk.

Menurut Roda Bangun Mandiri (RBM), perubahan tersebut membuat system thinking semakin relevan dalam perencanaan sistem bangunan.

Baca Juga :  Ramadan Oasis di MOI Padukan Belanja, Hiburan dan Momen Keluarga

“Dalam proyek modern, kebutuhan tidak berhenti pada produk apa yang digunakan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap komponen bekerja bersama untuk memenuhi kebutuhan bangunan. Karena itu, kami melihat perencanaan perlu dimulai dari requirement proyek sebelum menentukan sistem dan produk yang tepat,” ujar Bernardus Rizky, COO Roda Bangun Mandiri.

Pada sistem pintu, misalnya, kebutuhan proyek dapat mencakup fungsi ruang, intensitas penggunaan, keamanan, keselamatan, hingga kontrol akses. Faktor-faktor tersebut kemudian perlu diterjemahkan ke dalam kombinasi sistem dan perangkat yang sesuai, sehingga masing-masing komponen dapat berfungsi secara optimal dalam satu kesatuan.

Baca Juga :  Safe Haven Kembali Diburu, Harga Emas Berpotensi Sentuh 4.369

Pendekatan ini juga mengubah proses diskusi antara penyedia sistem dan tim proyek. Alih-alih hanya membahas spesifikasi produk, pembahasan dapat dimulai dari kebutuhan bangunan dan konteks penggunaannya.

“Kami perlu memahami terlebih dahulu bagaimana sebuah ruang digunakan, siapa penggunanya, serta requirement yang harus dipenuhi. Dari sana baru dapat ditentukan konfigurasi sistem yang sesuai. Dengan pendekatan seperti ini, produk menjadi bagian dari solusi yang dirancang untuk kebutuhan proyek,” kata Bernardus.

Perubahan pendekatan tersebut sejalan dengan pengalaman RBM selama lebih dari 30 tahun di bidang sistem pintu serta kemitraannya dengan berbagai brand internasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi RBM untuk terlibat tidak hanya pada tahap penyediaan produk, tetapi juga dalam memahami kebutuhan sistem sejak tahap perencanaan.

Baca Juga :  Chhavi Rajawat: Membangun Sistem Pangan yang Inklusif dan Tangguh dari Akar Rumput

Bagi RBM, pendekatan terintegrasi menjadi bagian penting dalam menghadapi proyek bangunan yang semakin kompleks. Dengan memulai dari kebutuhan proyek dan menghubungkannya dengan sistem yang tepat, setiap komponen dapat dirancang untuk mendukung fungsi bangunan secara lebih menyeluruh.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *