Ekonomi

Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan

×

Tren Side Hustle Meningkat, Kemitraan Kuliner Mulai Dilirik sebagai Alternatif Penghasilan Tambahan

Sebarkan artikel ini

Jepara – Di tengah kondisi ekonomi yang masih diwarnai tantangan daya beli dan meningkatnya kebutuhan hidup, semakin banyak masyarakat mulai mencari sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Fenomena yang dikenal sebagai side hustle ini tidak lagi hanya dilakukan oleh pekerja lepas, tetapi juga karyawan, ibu rumah tangga, hingga lulusan baru yang ingin memiliki pemasukan lebih dari satu sumber.

Beragam pilihan usaha mulai diminati, mulai dari bisnis berbasis digital hingga sektor kuliner yang dinilai memiliki pasar luas karena produknya merupakan kebutuhan sehari-hari. Selain itu, model kemitraan juga semakin banyak dipertimbangkan karena menawarkan sistem usaha yang telah dipersiapkan sehingga calon pelaku usaha tidak perlu membangun semuanya dari nol.

Melihat tren tersebut, You Need Mie menghadirkan program kemitraan kuliner yang dirancang bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dengan sistem yang lebih praktis. Melalui konsep tersebut, mitra memperoleh perlengkapan usaha, bahan baku awal, pelatihan, hingga pendampingan operasional untuk membantu proses memulai bisnis.

Baca Juga :  Komisi B DPRD DKI Jakarta Tinjau Pengelolaan NRW PAM JAYA, Dorong Peningkatan Efisiensi Layanan Air Perpipaan

Menurut pihak manajemen, perubahan kondisi ekonomi membuat banyak calon pelaku usaha lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka tidak hanya mempertimbangkan besarnya modal, tetapi juga kesiapan sistem usaha yang akan dijalankan.

Baca Juga :  ILDEX Indonesia 2025: The 7th edition of the International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition Returns to Jakarta

“Kami melihat banyak calon mitra sebenarnya memiliki keinginan untuk berwirausaha. Namun, mereka sering kali bingung harus memulai dari mana. Karena itu kami berupaya menghadirkan sistem yang dapat membantu mereka lebih siap ketika mulai menjalankan usaha,” ujar Budi Prihanto, manager marketing dan sales You Need Mie.

Baca Juga :  Emas Sentuh Rekor Baru di Atas $4.000, Tren Bullish Masih Menguat

Selain menyediakan sistem operasional, You Need Mie menerapkan skema kemitraan tanpa pembagian hasil penjualan. Dengan konsep tersebut, seluruh hasil penjualan menjadi milik mitra, sementara perusahaan berfokus pada penyediaan sistem, branding, pelatihan, dan pendampingan.

Melalui program kemitraannya, You Need Mie berharap dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memulai usaha kuliner dengan dukungan sistem yang telah dipersiapkan, sehingga mitra dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *